Fisiologi

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI 2

(PENGUKURAN KINERJA FISIOLOGI)

Disusun Oleh:

Nama/NPM                 : 1. Agustinus                / 30408063

2. Dery Indra              / 30408266

3. Nadya Jeans           / 30408928

4. Taruna Jaya            / 30408818

Kelompok                    : I (Satu)

Hari/Tanggal                 : Sabtu / 13 November 2010

Shift                             : I (Satu)

Asisten Pembimbing      : Bramastha Bintang

 

 

LABORATORIUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2010

 

ABSTRAKSI

Agustinus (30408063), Dery (30408266), Nadya Jeans (30408928), Taruna Jaya (30408818)

PENGUKURAN KINERJA FISIOLOGI

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2009 – 2010.

Kata Kunci: Fisiologi, konsumsi energi dan oksigen, waktu istirahat, angkat beban.

 

Fisiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi normal dari suatu organisme mulai dari tingkat sel, jaringan, organ, sistem organ hingga tingkat organisme itu sendiri. Dalam fisiologi ini juga dibahas tentang konsumsi energi dan konsumsi oksigen ketika operator bekerja. Lalu waktu yang dibutuhkan operator untuk beristirahat dengan memperhatikan denyut jantung operator. Pada praktikum pekerjaan yang dilakukan operator adalah angkat beban.

Konsumsi energi ketika operator bekerja sebesar 5.52 kcal/menit dan ketika istirahat sebesar 3.35 kcal/menit. Sedangkan konsumsi energi keseluruhan adalah 2.17 kcal/menit dan konsumsi oksigennya adalah 0.045. Waktu istirahat untuk tangan dengan beban 4 kg sebesar 0.13 menit, beban 6 kg sebesar 0.19 menit dan beban 8 kg sebesar 0.19 menit. Sedangkan untuk kaki dengan beban 4 kg sebesar 0.34 menit, beban 6 kg sebesar 0.0325 menit dan beban 8 kg sebesar 0.12 menit. Kecepatan rata-rata denyut jantung untuk tangan dengan beban 4 kg sebesar 91.5 denyut/menit, beban 6 kg sebesar 96.5 denyut/menit dan beban 8 kg sebesar 100.5 denyut/menit. Sedangkan untuk kaki dengan beban 4 kg sebesar 97 denyut/menit, beban 6 kg sebesar 100.5 denyut/menit dan beban 8 kg sebesar 108.5 denyut/menit. Pada tangan dengan beban 4 kg suhu naik sebesar 0.1 derajat, beban 6 kg suhu turun sebesar 0.5 derajat dan beban 8 kg suhu naik sebesar 0.1 derajat. Sedangkan pada kaki dengan beban 4 kg suhu naik sebesar 0.5 derajat, beban 6 kg suhu naik sebesar 1.1 derajat dan beban 8 kg suhu turun sebesar 0.4 derajat.

 

(Daftar Pustaka 1993 – 2010)

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar Belakang

Manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik bekerja pasti membutuhkan energi. Energi tersebut dapat berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pada saat melakukan aktivitas tersebut pula manusia mengkonsumsi oksigen. Oksigen didapatkan manusia dengan cara bernafas. Salah satu bahasan dalam ergonomi yaitu pengukuran kinerja fisiologi yang dapat membantu mengetahui konsumsi energi dan oksigen yang dibutuhkan manusia ketika bekerja.

Mengukur kebutuhan konsumsi energi dan oksigen yang dibutuhan manusia dapat menggunakan pengukuran tidak langsung. Pengukuran tidak langsung ini menggunakan denyut jantung manusia sebagai salah satu variable dalam menghitungnya. Dalam praktikum kali ini dipilihlah pengangkatan beban yang memiliki beberapa variabel. Mengangkat beban adalah salah satu aktivitas yang membutuhkan energi dan konsumsi oksigen dan menyebabkan lelah. Mengangkat beban juga mudah untuk diamati dan alat yang dibutuhkan tidak sulit yaitu hanya beban. Oleh karena itu dilakukan pengamatan sehingga dapat diketahui waktu istirahat yang dibutuhkan untuk memulihkan tenaga. Lalu dapat diketahui pula konsumsi energi dan oksigen yang dibutuhkan.

 

1.2       Perumusan Masalah

Permasalahan yang muncul dari latar belakang dapat dirumuskan pada perumusan masalah. Perumusan masalah pada modul Pengukuran Kinerja Fisiologi ini adalah bagaimana cara mengukur konsumsi energi dan oksigen. Bagaimana perubahan temperatur yang terjadi saat melakukan aktivitas. Bagaimana perbandingan antara waktu recovery teoritis dan waktu recovery percobaan. Terakhir adalah berapa kecepatan rata-rata denyut jantung dari pelayan restoran.

1.3       Pembatasan Masalah

Permasalahan yang dibahas dalam laporan akhir praktikum tentang Pengukuran Kinerja Fisiologi lebih jelas dengan adanya batasan-batasan masalah. Batasan-batasan masalahnya sebagai berikut:

  1. Tempat dan waktu

Praktikum hanya dilaksanakan di Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi pada hari Senin, tanggal 8 November 2010  pada pukul 09.30 WIB bertempat di Universitas Gunadarma

  1. Operator

Operator yang diamati dalam praktikum kali ini hanya 1 orang saja yaitu Agustinus.

  1. Data yang diambil

Data yang diambil ialah data denyut jantung dan suhu tubuh pada saat operator bekerja dan beristirahat.

  1. Pekerjaan yang dilakukan

Pekerjaan yang dilakukan operator hanyalah mengangkat beban sebesar 4 kg, 6 kg dan 8 kg.

  1. Anggota badan yang bekerja

Pada praktikum ini anggota badan yang mengakat beban hanya tangan dan kaki operator saja.

 

1.4       Tujuan

Penulisan laporan akhir ini memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan dari penulisan laporan akhir ini sebagai berikut:

  1. Mengetahui konsumsi energi dan oksigen yang dibutuhkan jika ketika operator bekerja dan istirahat.
  2. Mengetahui perbandingan antara waktu recovery teoritis dan waktu recovery percobaan yang dibutuhkan operator setelah ia bekerja.
  3. Mengetahui kecepatan rata-rata denyut jantung dari operator ketika bekerja.
  4. Mengetahui perubahan temperatur pada operator.

 

1.5        Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibuat untuk mempermudah pembaca dalam memahami serta mengambil kesimpulan dari pembahasan dalam Laporan Akhir Pengukuran Kinerja Fisiologi Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini, yang terdiri dari 5 (lima) bab. Berikut adalah sistematikanya:

BAB I     PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, perumusan masalah dari modul Pengukuran Kinerja Fisiologi, tujuan diadakannya praktikum Pengukuran Kinerja Fisiologi. Pembatasan masalah di dalam praktikum Pengukuran Kinerja Fisiologi juga terdapat dalam bab ini. Terakhir sistematika penulisan dari Laporan Akhir Pengukuran Kinerja Fisiologi Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini.

BAB II   LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai ringkasan teori dan materi-materi yang bersangkutan dari modul Pengukuran Kinerja Fisiologi.

BAB III PENGUMPULAN DATA

Bab ini memaparkan tentang flowchart pengumpulan data saat praktikum beserta penjelasannya. Terdapat juga peralatan yang digunakan selama praktikum beserta fungsinya. Serta data-data Pengukuran Kinerja Fisiologi yang diambil selama praktikum.

BAB IV  PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Bab ini berisi mengenai pembahasan dan analisis. Pembahasan berisi grafik analisis, perhitungan konsumsi dan oksigen, dan perhitungan periode istirahat. Analisis berisi perhitungan kecepatan rata-rata denyut jantung, perhitungan perubahan temperatur, analisis konsumsi energi dan oksigen dan terakhir perbandingan recovery percobaan dan teoritis..

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi mengenai kesimpulan yang didapat dari pembahasan dan analisis. Kesimpulan juga berisi saran-saran yang diperlukan pada pelaksanaan praktikum Analisis perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Fisiologi

Adapun prinsip-prinsip mengenai fisiologi. Menurut Wikipedia Indonesia, fisiologi dari kata Yunani physis = ‘alam’ dan logos = ‘cerita‘, adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendefinisikan fisiologi sebagai cabang biologi yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup (organ, jaringan, atau sel).

Berdasarkan kedua definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa fisiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi normal dari suatu organisme mulai dari tingkat sel, jaringan, organ, sistem organ hingga tingkat organisme itu sendiri. Adapun fungsi yang dipelajari adalah fungsi kerja yang meliputi fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup (http://fkuii.org/tiki-index.php?page=Ilmu+Fisiologi).

Toole memberikan definisi yang lain tentang bekerja. Bekerja adalah kegiatan untuk menghasilkan sesuatu barang atau jasa yang bermanfaat dan digunakan  bagi orang lain, yang mungkin segera terkesan adalah aspek sosial dari bekerja dalam pengertian sempit yaitu karya persembahan seseorang kepada orang lain. Namun jika diteliti lebih dalam tersirat makna lain yaitu bahwa berkarya untuk orang lain seseorang akan mendapatkan penghargaan atas hasil karyanya itu. Penghargaan dari orang lain inilah yang antara lain dicari juga oleh seseorang dan ini bukan saja dalam bentuk materi tetapi juga dalam bentuk pengakuan, pujian, penghormatan, dan lain-lain.

 

2.2       Pengertian Kerja

Salah satu tolak ukur (selain waktu) yang diaplikasikan untuk mengevaluasikan apakah tata cara kerja sudah dirancang baik atau belum adalah dengan mengukur penggunaan “energi kerja” (energi otot manusia) yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut. Berat atau ringannya kerja yang harus dilakukan oleh seorang pekerja akan dapat ditentukan oleh gejala-gejala perubahan yang tampak dapat diukur lewat pengukuran anggota tubuh atau fisik manusia antara lain:

a. Laju detak jantung (heart rate).

b. Tekanan darah (blood pressure).

c. Temperatur badan (body temperature).

d. Laju pengeluaran keringat (sweating rate).

e.         Konsumsi oksigen yang dihirup (oxygen consumption).

f.  Kandungan kimiawi dalam darah (lactid acid content).

 

2.2.1    Pembagian Kerja

Secara umum jenis kerja dibedakan menjadi dua bagian yaitu kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber     tenaganya dan kerja mental adalah kerja   yang   melibatkan   proses   berpikir dari otak (Sritomo, 1993), dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kerja Fisik

Pengeluaran energi relatif banyak dan pada jenis ini dibedakan lagi menjadi dua cara:

  1. Kerja Statis, yaitu:
    1. Tidak menghasilkan gerak.
    2. Kontraksi otot bersifat isometris (tegang otot bertambah sementara tegangan otot tetap).
    3. Kelelahan lebih cepat terjadi.
    4. Kerja Dinamis, yaitu:
      1. Menghasilkan gerak.
      2. Kontraksi otot bersifat isotonis (panjang otot berubah sementara tegangan otot tetap).
      3. Kontraksi otot bersifat ritmis (kontraksi dan relaksasi secara bergantian).
      4. Kelelahan relatif agak lama terjadi.
  2. Kerja Mental

Pengeluaran energi relatif lebih sedikit dan cukup sulit untuk mengukur kelelahannya. Hasil kerja (performasi kerja) manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, adalah sebagai berikut:

  1. Faktor diri (individu), meliputi sikap, fisik, minat, motivasi, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, dan keterampilan.
  2. Faktor situasional, meliputi lingkungan fisik, mesin, peralatan, metode kerja, dan lain-lain.

Kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap manusia dalam suatu sistem kerja, adalah sebagai berikut:

  1. Kriteria Faal

Meliputi kecepatan denyut jantung, konsumsi oksigen, tekanan darah, tingkat penguapan, temperatur tubuh, komposisi kimia dalam air seni, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan fungsi alat-alat tubuh selama bekerja.

  1. Kriteria Kejiwaan

Meliputi kejenuhan atau kejemuan, emosi, motivasi, sikap, dan lain-lain. Tujuannya adalah mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja.

  1. Kriteria Hasil Kerja

Meliputi pengukuran hasil kerja yang diperoleh dari pekerja selama bekerja. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi kerja dengan melalui hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.

Rumusan hubungan konsumsi energi dengan kecepatan denyut jantung adalah sebagai berikut:

Y         = 1,80411 – 0,0229038 X + 4,71733.10.X

KE       = Et – Ei

 

 

 

 

Keterangan:

Y      = Energi (kkal/menit)

X      = Kecepatan denyut jantung (denyut/menit)

KE    = Konsumsi energi untuk suatu kegiatan kerja tertentu (Kkal)

Et      = Pengeluaran energi pada saat kerja (Kkal)

Ei      = Pengeluaran energi pada saat istirahat (Kkal)

 

2.2.2    Kelelahan Kerja

Definisi umum dari kelelahan kerja adalah suatu kondisi dimana terjadi pada syaraf dan otot manusia, sehingga tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Definisi kelelahan  kerja  drai teori lainnya merupakan  proses   menurunnya   efisiensi,   performansi  kerja, dan  berkurangnya   kekuatan atau ketahanan   fisik   tubuh   untuk   terus   melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan.

Kelelahan dipandang dari sudut industri adalah pengaruh dari kerja pada pikiran dan tubuh manusia yang cenderung untuk mengurangi kecepatan kerja mereka atau menurunkan kualitas produksi dari performasi optimis seorang operator. Adapun cakupan dari kelelahan yaitu:

  1. Penurunan dalam performasi kerja

Pengurangan dalam kecepatan dan kualitas output yang terjadi bila melewati suatu periode tertentu, disebut fatique industri.

  1. Pengurangan dalam kapasitas kerja.

Perusakkan otot atau ketidakseimbangan susunan syaraf untuk memberikan stimulus, disebut fatique fisiologi.

  1. Laporan-laporan subyektif dari pekerja.

Berhubungan dengan perasaan gelisah dan bosan, disebut fatique fungsional.

  1. Perubahan-perubahan dalam aktivitas dan kapasitas kerja.

Perubahan fungsi fisologi atau perubahan dalam kemampuan dalam melakukan aktivitas fisiologi, disebut fatique fungsional.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan, adalah sebagai berikut:

  1. Penentuan dan lamanya waktu kerja.
  2. Penentuan dan lamanya waktu istirahat.
  3. Sikap mental pekerja.
  4. Besarnya beban tetap.
  5. Kemonotonan pekerjaan dalam lingkungan kerja yang tetap.
  6. Kondisi tubuh operator pada waktu melaksanakan pekerjaan.
  7. Lingkungan fisik kerja.
  8. Kecapaian kerja.
  9. Jenis dan kebiasaan olahraga atau latihan.

10.  Jenis kelamin.

11.  Umur.

12.  Sikap kerja.

Pengukuran kelelahan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut ini adalah cara untuk mengukur tingkat kelelahan.

  1. Mengukur kecepatan denyut jantung.
  2. Mengukur kecepatan pernafasan.
  3. Mengukur tekanan darah.
  4. Jumlah oksigen yang terpakai dalam tubuh.
  5. Perubahan temperatur tubuh.
  6. Perubahan komposisi kimia dalam darah dan urin.
  7. g. Menggunakan alat uji kelelahan, yaitu Riken Fatique Indicator.

Kelelahan otot adalah kelelahan yang terjadi karena kerja otot, dengan adanya aktivitas kontraksi dan relaksasi (Sritomo, 1993).  Kelelahan otot dalam hal ini bisa dilihat dalam bentuk munculnya gejala kesakitan    yang    amat   sangat   ketika   otot  harus   menerima     beban    yang berlebihan. Tipe aktivitas otot oleh Ryan dalam Work & Effort adalah:

  1. Pengeluaran sejumlah energi secara cepat.
  2. Pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus.
  3. Pekerjaan setempat atau lokal yang terus-menerus berulang dengan pengeluaran energi setempat yang besar.
  4. Sikap yang dibatasi (kerja statis).

Untuk mengurangi kelelahan otot (Brouha dalam Physiology in Industry) mempunyai saran-saran sebagai berikut:

  1. Mengurangi beban kerja dengan melakukan perancangan kerja.
  2. Mengatur perioda istirahat yang cukup didasarkan atas pertimbangan fisiologi.
  3. Mengatur regu-regu kerja dengan baik dan menyeimbangkan tekanan fisiologi diantara anggota pekerja.
  4. Menyediakan air dan garam yang cukup bagi pekerja yang bekerja dalam lingkungan kerja yang panas.
  5. Menyeleksi pekerja yang didasarkan atas kemampuan fisik mereka dan tingkat pelatihan atau training untuk aktivitas-aktivitas tertentu atau khusus yang membutuhkan energi yang banyak atau berat.

Penentuan waktu istirahat atau recovery adalah:

  1. Berdasarkan konsumsi energi dari konversi kecepatan denyut jantung. Berikut dibawah ini adalah rumus untuk penentuan waktu istirahat atau recovery.

R =

 

 

 

 

Keterangan:

R    = Waktu istirahat (menit)

T    = Waktu total kerja

K   = Energi yang dikeluarkan dalam bekerja (kkal/menit)

S    = Konstanta

Untuk penentuan S diberikan pendekatan seperti ditunjukkan oleh tabel 2.1 dan 2.2 di bawah ini:

 

Tabel 2.1 Detak Jantung

Tingkat Pekerjaan Energy Expenditure Detak Jantung Konsumsi Energi
Kkal / menit

Kkal / 8jam

Detak / menit Liter / menit
Undully Heavy >12.5 >6000 >175 >2.5
Very Heavy 10.0 – 12.5 4800 – 6000 150 – 175 2.0 – 2.5
Heavy 7.5 – 10.0 3600 – 4800 125 – 150 1.5 –2.0
Moderate 5.0 – 7.5 2400 – 3600 100 – 125 1.0 – 1.5
Light 2.5 – 5.0 1200 – 2400 60 – 100 0.5 – 1.0
Very Light < 2.5 < 1200 < 60 < 0.5

 

(Sumber : dian.staff.gunadarma.ac.id)

Tabel 2.2 Penetuan Nilai Kostanta (S)

Tingkat Pekerjaan S
Undully Heavy Over 12,5
Very Heavy 10 – 12,5
Heavy 7,5 – 10
Moderate 5 – 7,5
Light 2,5 – 5
Very Light Under 2,5

 

(Sumber : dian.staff.gunadarma.ac.id)

 

  1. Berdasarkan kapasitas oksigen terukur

Konsumsi energi dapat diukur secara tidak langsung dengan mengukur konsumsi oksigen. Jika satu liter oksigen dikonsumsi oleh tubuh, maka tubuh akan mendapatkan 4,8 kcal energi. Berikut dibawah ini adalah penjelasan rumusnya.

R =

 

 

 

 

Keterangan:

R    = Waktu istirahat (jam)

W  = Waktu total kerja (jam)

B    = Kapasitas oksigen pada saat kerja (liter/menit)

S    = Kapasitas oksigen pada saat diam (liter/menit)

Energi yang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari seperti ditunjukan oleh tabel 2.3 dibawah ini:

 

Tabel 2.3 Tabel Energi

Jenis

pekerjaan/pekerja

Pria (Kkal/hari) Wanita (Kkal/hari)
Sekretaris 2700 2250
Pengemudi Bus 3000 2500
Operator Mesin 3300 2700
Buruh Kasar 3900 3250

Tabel 2.3 Tabel Energi (Lanjutan)

Penari Balet 3900 3250
Atlet 4800 4250

(Sumber : dian.staff.gunadarma.ac.id)

 

Tabel 2.4 Tabel Energi Berdasarkan Pekerjaannnya

Jenis

pekerjaan/pekerja

Energi (kkal/menit)
Duduk 0,3
Berdiri 0,6
Berjalan 2,1
Berjalan dengan Beban 10 kg 3,6
Berjalan dengan Kecepatan 16 km/jam 5,2
Mendaki dengan sudut kemiringan 30 13,7

 

(Sumber : dian.staff.gunadarma.ac.id)

BAB III

METODE PENGAMBILAN DATA

3.1 Flowchart Pengambilan Data

Proses pengambilan data untuk modul fisiologi tahapannya dijelaskan dalam bentuk flowchat. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.1 untuk lebih jelas tentang tampilan flowchart pengambilan data.

 

Gambar 3.1 Flowchart Pengambilan Data

3.2 Penjelasan Flowchart Pengambilan Data

Langkah pertama dalam tahapan pengambilan data adalah penentuan jenis pekerjaan yang akan dilakukan untuk pengukuran fisiologi dan pekerjaan yang dilakukan yakni mengangkat barbel. Setelah jenis pekerjaan sudah ditentukan, dilanjutkan dengan memilih operator yang telah sesuai  kriteria, yakni mempunyai fisik yang kuat untuk dapat melakukan aktivitas mengangkat barbel. Setelah operator ditentukan, lalu menyiapkan alat yakni barbel 4kg, 6kg, dan 8kg, pulsemeter, termometer serta stopwatch.

Langkah berikutnya yaitu mengukur T0 dan D0 pada operator. Jika D0 diantara 70 dan 85 maka akan dilanjutkan ke langkah berikutnya, jika tidak maka akan diulangi mengukur T0 dan D0. Lalu setelah D0 diantara 70 dan 85, operator akan melakukan pengangkatan beban. Jika operator sanggup maka akan dilanjutkan tahap selanjutnya, jika sanggup maka akan diulangi mengangkat beban. Setalah operator tidak sanggup maka akan diukur T1 dan D’1. Jika D’1 sudah kurang dari atau sama dengan D0 maka akan dilanjutkan ke pengukuran beban lainnya. Jika data yang dibutuhkan sudah terisi semua maka selesailah pengukuran yang dilakukan, jika belum maka akan diulangi dengan mengukur T0 dan D0. Setelah selesai maka langkah selanjutnya adalah merapikan alat-alat yang digunakan.

 

3.3 Peralatan yang Digunakan

Alat yang digunakan beserta penjelasan fungsinya dalam proses pengambilan data pengukuran fisiologi, dengan melakukan aktivitas mengangkat barbel adalah sebagai berikut.

  1. Barbel 4kg, 6kg, dan 8kg, digunakan sebagai beban yang akan diberikan kepada seorang operator.
  2. Termometer, digunakan untuk mengetahui suhu tubuh awal operator sebelum melakukan aktivitas mengangkat barbel dan suhu tubuh operator setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel.
  3. Pulsemeter, digunakan untuk mengetahui denyut jantung awal operator sebelum melakukan aktivitas mengangkat barbel dan denyut jantung operator setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel, yakni saat istirahat hinggga kondisi operator pulih kembali.
  4. Stopwatch, digunakan untuk menghitung lamanya seorang operator dalam melakukan aktivitas mengangkat barbel dan lamanya operator untuk dapat memulihkan kondisi fisiknya setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel.

3.4 Data Hasil Pengamatan

Adapun sebagai berikut tampilan data hasil pengumpulan data yang telah dilakukan dalam proses pengumpulan data pengukuran fisiologi kerja statis, untuk angkat barbel .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1 Data Pengamatan

 

LEMBAR PENGAMATAN PENGUKURAN FISIOLOGI

KERJA STATIS (ANGKAT BARBEL)

Nama Operator : Agustinus                            Suhu Tubuh Awal (To) : 35.70C

Umur Operator : 20 Tahun                             Denyut Jantung (D0)     : 85

 

 

Berat Beban

ANGGOTA BADAN
TANGAN KAKI
 

4 Kg

 

 

 

D0 : 85

T0 : 35.7

 

D1 = 98 D0 : 84

T0 : 35.2

 

D1 = 110
   
   
T1 : 35.7

 

D1 = 86 T1 : 35.7

 

D1 = 77
D2 = 77  
 

 

 

6 Kg

 

 

 

 

 

 

 

D0 : 77

T0 : 35.8

 

D1 = 116 D0 : 75

T0 : 35.7

 

D1 = 126
   
   
 

T1 : 35.3

 

 

 

 

D1 = 86 T1 : 36.8

 

 

 

 

 

D1 = 88
D2 = 86 D2 = 89
D3 = 91 D3 = 97
D4 = 78 D4 = 87
D5 = 71 D5 = 86
  D6 = 75
 

 

8 Kg

 

 

 

 

 

 

D0 : 77

T0 : 35.8

 

D1 = 116  

D0 : 85

T0 : 36.8

 

D1 = 132
   
   
T1 : 35.2

 

 

 

D1 = 87 T1 : 36.4 D1 = 103
D2 = 92   D2 = 95
D3 = 84   D3 = 95
    D4 = 84
Nama Pengamat : Dery, Nadya, Taruna

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISA

4.1       Pembahasan

Bagian ini mencakup beberapa penjelasan diantaranya grafik analisis, konsumsi energi dan oksigen, dan periode istirahat (waktu recovery teoritis). Berikut adalah pembahasan materi yang disebutkan diatas.

 

4.1.1 Grafik Analisis

Berikut ini adalah grafik denyut jantung ketika bekerja dan istirahat dari data pengamatan yang didapat. Mulai dari per beban yang diangkat dan anggota badan yang mengangkat beban.

  1. Grafik antara beban 4 kg dengan tangan dan kaki.

Grafik pada gambar 4.1 menggambarkan denyut jantung dengan waktu pada beban 4 kg dimana data yang dilihat dari tangan dan kaki. Terlihat bahwa denyut jantung pada kaki saat mengangkat beban lebih cepat dibanding dengan tangan. Seharusnya mengangkat menggunakan kaki lebih kuat dari pada menggunakan tangan, namun pada beban 4 kg ini terbalik. Waktu kerja pada saat menggunakan kaki maupun tangan sama saja yaitu 1 menit, walaupun seharusnya dengan menggunakan kaki lebih lama. Waktu recovery pada saat menggunakan tangan lebih lama. Hal ini mungkin dikarenakan operator sudah kelelahan pada saat mengangkat menggunakan kaki. Hal lainnya juga karena operator belum terbiasa melakukan pekerjaan mengangkat beban ini.

 

Gambar 4.1 Grafik beban 4 kg

  1. Grafik antara beban 6 kg dengan tangan dan kaki

Grafik pada gambar 4.2 menggambarkan denyut jantung dengan waktu pada beban 6 kg dimana data yang dilihat dari tangan dan kaki. Terlihat bahawa denyut jantung pada kaki saat mengangkat beban lebih cepat dibanding dengan tangan. Seharusnya mengangkat menggunakan kaki lebih kuat dari pada menggunakan tangan, namun pada beban 6 kg ini juga terbalik. Waktu kerja pada saat menggunakan kaki maupun tangan sama saja yaitu 1 menit, walaupun seharusnya dengan menggunakan kaki lebih lama. Waktu recovery pada saat menggunakan kaki lebih lama sebanding dengan kecepatan jantung yang lebih cepat ketika menggunakan kaki. Hal ini mungkin dikarenakan operator sudah kelelahan pada saat mengangkat menggunakan kaki. Hal lainnya juga karena operator belum terbiasa melakukan pekerjaan mengangkat beban ini.

 

Gambar 4.2 Grafik beban 6 kg

  1. Grafik antara beban 8 kg dengan tangan dan kaki

Grafik pada gambar 4.3 menggambarkan denyut jantung dengan waktu pada beban 8 kg dimana data yang dilihat dari tangan dan kaki. Terlihat bahwa denyut jantung pada kaki saat mengangkat beban lebih cepat dibanding dengan tangan. Seharusnya mengangkat menggunakan kaki lebih kuat dari pada menggunakan tangan, namun pada beban 8 kg ini juga terbalik. Waktu kerja pada saat menggunakan kaki maupun tangan sama saja yaitu 1 menit, walaupun seharusnya dengan menggunakan kaki lebih lama. Waktu recovery pada saat menggunakan kaki lebih lama sebanding dengan kecepatan jantung yang lebih cepat ketika menggunakan kaki. Hal ini mungkin dikarenakan operator sudah kelelahan pada saat mengangkat menggunakan kaki. Hal lainnya juga karena operator belum terbiasa melakukan pekerjaan mengangkat beban ini.

 

 

 

Gambar 4.3 Grafik beban 8 kg

  1. Grafik antara tangan dengan beban 4 kg, 6 kg dan 8 kg.

Grafik pada gambar 4.4 menggambarkan denyut jantung dengan waktu pada bagian tangan dimana data yang dilihat adalah pada beban 4kg, 6kg dan 8 kg. Terlihat pada saat beban 8 kg dan 6 kg denyut jantung lebih cepat dibanding pada saat beban 4 kg. Hal ini dikarenakan beban 4 kg lebih ringan dibanding 6 kg dan 8 kg. Denyut jantung pada saat 6 kg dan 8 kg dapat sama karena operator sudah mulai terbiasa mengangkat beban. Waktu recovery beban 6 kg lebih lama dibanding beban 4 kg dan 8 kg. Waktu kerja untuk tiap beban sama yaitu 1 menit.

 

Gambar 4.4 Grafik Tangan

  1. Grafik antara kaki dengan beban 4 kg, 6 kg dan 8 kg

Grafik pada gambar 4.5 menggambarkan denyut jantung dengan waktu pada bagian kaki dimana data yang dilihat adalah pada beban 4 kg, 6 kg dan 8 kg. Terlihat pada saat beban 8 kg denyut jantung lebih cepat dibanding pada saat beban 4 kg dan 6 kg. Hal ini dikarenakan beban 4 kg lebih ringan dibanding 6 kg dan beban 6 kg lebih ringan dari pada beban 8 kg. Waktu recovery beban 6 kg lebih lama dibanding beban 4 kg dan 8 kg. Waktu kerja untuk tiap beban sama yaitu 1 menit.

 

Gambar 4.5 Grafik Kaki

4.1.2 Konsumsi Energi dan Oksigen

Perhitungan konsumsi energi dan oksigen saat kerja dan istirahat, untuk anggota badan tangan dan kaki. Berikut adalah masing-masing perhitungannya:

 

  1. Rata-Rata Denyut Jantung Saat Istirahat

= 116.3

 

 

 

  1. Rata-Rata Denyut Jantung Saat Istirahat

 

 

 

 

 

Konsumsi Energi (KE) = YKerja – YIstirahat

= 5.52 – 3.35

= 2.17 Kcal/menit

 

Konsumsi Oksigen (KO) = KE / 4.8

= 2.17 / 4.8

= 0.45 Kcal/menit

 

4.1.3 Periode Istirahat (Waktu Recovery Teoritis)

Perhitungan waktu recovery teoritis untuk mengetahui besarnya nilai denyut jantung operator setelah mengangkat barbel dengan beban 4kg, 6kg, dan 8kg. Berikut ini adalah masing-masing perhitungannya:

 

  1. Tangan

4 Kg

menit

6 Kg

menit

 

8 Kg

menit

 

b.         Kaki

4 Kg

menit

6 Kg

menit

8 Kg

menit

 

Contoh perhitungan nilai K:

 

 

 

 

Contoh perhitungan nilai S:

 

Tabel 4.1 Ringkasan Waktu Recovery Teoritis

Beban Waktu Recovery Teoritis
Tangan Kaki
4 kg 0.303 menit 0.32 menit
6 kg 0.28 menit 0.24 menit
8 kg 0.28 menit 0.24 menit

 

Waktu recovery teoritis yang didapat dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus diatas, diketahui bahwa besarnya nilai denyut jantung seorang operator setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel yang diamati setiap 1 menit untuk setiap beban yang berbeda yakni 4kg, 6kg, dan 8kg terdapat periode waktu istirahat yang sama dan berbeda, untuk anggota badan tangan dan kaki. Periode waktu istirahat yang sama dan berbeda dipengaruhi oleh nilai S dan nilai K yang digunakan. Nilai S yang digunakan adalah untuk tingkat pekerjaan Light dan Moderate. Kemudian nilai K yang digunakan rata-rata dari nilai denyut jantung operator yang hanya mampu kerja dalam waktu 1 menit saja, yang kemudian dimasukkan dalam perhitungan konsumsi energi dan oksigen, hingga didapat nilai K.

 

4.2. Analisis

Bagian ini akan menjelaskan mengenai analisis kecepatan rata-rata denyut jantung perubahan temperatur, konsumsi energi dan oksigen serta perbandingan recovery percobaan dan teoritis. kekurangan. Berikut ini penjelasan dari analisis yang telah disebutkan diatas.

 

4.2.1 Kecepatan Rata-Rata Denyut Jantung

Kecepatan rata-rata denyut jantung seorang operator dalam melakukan aktivitas mengangkat barbel dengan beban 4kg, 6kg, dan 8kg. Berikut ini adalah contoh perhitungan kecepatan rata-rata denyut jantung untuk anggota badan tangan dan kaki:

  1. Tangan

4 Kg

denyut/menit

b.         Kaki

4 Kg

denyut/menit

Tabel 4.2 Ringkasan Kecepatan Rata-Rata Denyut Jantung

Beban Kecepatan Rata-Rata Denyut Jantung
Tangan Kaki
4 kg 91.5 denyut/menit 97 denyut/menit
6 kg 96.5 denyut/menit 100.5 denyut/menit
8 kg 100.5 denyut/menit 108.5 denyut/menit

 

Kecepatan rata-rata dengan menggunakan tangan dapat disimpulkan semakin besar beban yang diangkat operator maka semakin besar pula kecepatan denyut jantung dari operator tersebut. Begitupun dengan kecepatan rata-rata dengan menggunakan kaki dapat disimpulkan semakin besar beban yang diangkat operator maka semakin besar pula kecepatan denyut jantung dari operator tersebut. Jika dilihat perbeban maka dapat disimpulkan dengan menggunakan kaki kecepatan denyut jantungnya lebih cepat dibanding dengan menggunakan tangan. Hal ini mungkin dikarenakan operator sudah mulai kelelahan ketika menggunakan kaki.

 

4.2.2 Perubahan Temperatur

Perubahan temperatur operator yang saat belum melakukan aktivitas mengangkat barbel maupun saat setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel, dapat dijelaskan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.3 Ringkasan Perubahan Tempertur

Beban (Kg) Tangan Kaki
To T1 Ket. To T1 Ket.
4 35.7 35.8 0.1 Naik 35.2 35.7 0.5 Naik
6 35.8 35.3 0.5 Turun 35.7 36.8 1.1 Naik
8 35.3 35.2 0.1 Naik 36.8 36.4 0.4 Turun

 

Perubahan temperatur pada pengambilan data untuk aktivitas pengangkatan barbel adalah suhu tubuh sebelum dan sesudah operator melakukan aktivitas. Dalam pengukuran ini terdapat perbedaan suhu antara suhu tubuh operator setelah melakukan kerja dengan suhu tubuh operator sebelum melakukan kerja. Hal tersebut dapat terjadi karena setelah melakukan aktivitas mengangkat barbel, suhu tubuh akan mengalami kenaikan maupun penurunan temperatur pada tubuhnya.  Kenaikan temperatur terjadi saat seorang operator mengangkat barbel dan penurunan temperatur terjadi setelah seorang operator selesai melakukan aktivitas mengangkat barbel.

 

4.2.3 Analisa Konsumsi Energi dan Oksigen

Konsumsi akan energi dan oksigen yang dibutuhkan oleh seorang operator berbeda saat bekerja dan saat istirahat, hal itu dapat diketahui dengan nilai dari rata-rata denyut jantung saat kerja dan rata-rata denyut jantung saat istirahat. Pengambilan data untuk mengetahui konsumsi energi yang dibutuhkan oleh seorang operator saat melakukan aktivitas mengangkat barbel dengan berat 4kg, 6kg, dan 8kg didapat konsumsi energi yang digunakan sebesar 2.17 Kcal/menit. Kemudian konsumsi oksigen yang digunakan sebesar 0.045 Kcal/menit. Sehingga dapat dianalisis konsumsi energi dan oksigen akan semakin banyak dibutuhkan oleh seorang operator yang sedang bekerja, terutama bila beban kerjanya yang cukup berat serta konsumsi energi dan oksigen akan semakin sedikit dibutuhkan oleh seorang operator yang tidak sedang bekerja maupun bekerja dengan beban kerja yang relatif ringan.

 

4.2.4 Perbandingan Recovery Percobaan dan Teoritis

Nilai recovery percobaan yang didapat pada proses pengambilan data untuk pengukuran fisiologi pada seorang operator yang melakukan aktivitas mengangkat barbel, akan dibandingkan dengan nilai recovery teoritis yang didapat dengan penggunaan perhitungan rumus. Berikut tampilan nilai perbandingan Recovery percobaan dan teoritis.

Tabel 4.4 Ringkasan Perbandingan Recovery Percobaan dan Teoritis

Beban (kg) Recovery Percobaan Recovery Teoritis Kesimpulan
Tangan Kaki Tangan Kaki Tangan Kaki
4 2 1 0.303 0.32 Rp > Rt Rp > Rt
6 5 6 0.28 0.24
8 3 4 0.28 0.24

Perbedaan nilai antara waktu recovery percobaan dengan waktu recovery teoritis, menunjukkan bahwa operator terbiasa atau tidak dalam melakukan aktivitas tersebut. Nilai waktu recovery percobaan lebih besar dari waktu recovery teoritis, hal itu menandakan operator terbiasa dan terlatih dalam melakukan aktivitas mengangkat barbel dari beban 4kg, 6kg, dan 8kg. Sedangkan nilai waktu recovery teoritis lebih kecil dari waktu recovery percobaan, hal itu menandakan operator tidak terbiasa dan tidak terlatih dalam melakukan aktivitas mengangkat barbel dari beban 4kg, 6kg, dan 8kg.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dan menjawab dari tujuan. Berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil:

  1. Konsumsi energi ketika operator bekerja sebesar 5.52 kcal/menit dan ketika istirahat sebesar 3.35 kcal/menit. Sedangkan konsumsi energi keseluruhan adalah 2.17 kcal/menit dan konsumsi oksigennya adalah 0.045.
  2. Nilai waktu recovery percobaan lebih besar dari waktu recovery teoritis.
  3. Kecepatan rata-rata denyut jantung untuk tangan dengan beban 4 kg sebesar 91.5 denyut/menit, beban 6 kg sebesar 96.5 denyut/menit dan beban 8 kg sebesar 100.5 denyut/menit. Sedangkan untuk kaki dengan beban 4 kg sebesar 97 denyut/menit, beban 6 kg sebesar 100.5 denyut/menit dan beban 8 kg sebesar 108.5 denyut/menit.
  4. Pada tangan dengan beban 4 kg suhu naik sebesar 0.1 derajat, beban 6 kg suhu turun sebesar 0.5 derajat dan beban 8 kg suhu naik sebesar 0.1 derajat. Sedangkan pada kaki dengan beban 4 kg suhu naik sebesar 0.5 derajat, beban 6 kg suhu naik sebesar 1.1 derajat dan beban 8 kg suhu turun sebesar 0.4 derajat.

 

5.2 Saran

Berikut beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar pada proses pengukuran selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Saran yang dapat diberikan adalah

  1. Waktu istirahat untuk operator lebih diperhatikan agar dapat menangkat beban lebih maksimal. Untuk seorang operator hendaklah melakukan pemanasan sebelum melakukan percobaan gunanya untuk menghindarkan dari otot-otot yang tegang akibat melakukan suatu pekerjaan yang belum terbiasa.
  2. Sebaiknya perbedaan beban tidak begitu besar dan ditambah misalnya 2 kg, 3 kg, 4 kg, 5 kg dan 6 kg sehingga datanya dapat lebih bervariasi.
  3. Jenis pekerjaan yang dilakukan dapat ditambah.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Wignjosoebroto, Sritomo. 1993. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja, Surabaya: Guna Widya.

http://www.dian.staff.gunadarma.ac.id.

http://www.Wikipedia Indonesia.

www.fkuii.org/tiki-index.php?page=Ilmu+Fisiologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s