SISTEM RANGKA DAN OTOT MANUSIA

 

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI 2

(SISTEM RANGKA DAN OTOT MANUSIA)

Disusun Oleh:

Nama/NPM                 : 1. Agustinus                / 30408063

2. Dery Indra              / 30408266

3. Nadya Jeans           / 30408928

4. Taruna Jaya            / 30408818

Kelompok                    : I (Satu)

Hari/Tanggal                 : Sabtu / 27 November 2010

Shift                             : I (Satu)

Asisten Pembimbing      : Bramastha Bintang

 

 

LABORATORIUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2010

 

ABSTRAKSI

Agustinus (30408063), Dery (30408266), Nadya Jeans (30408928), Taruna Jaya (30408818)

SISTEM RANGKA DAN OTOT MANUSIA

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2009 – 2010.

Kata Kunci: Rangka Manusia, Otot Manusia, Pelayan restoran

 

Manusia dalam beraktivitas bergerak dengan anggota tubuh. Anggota tubuh itu adalah rangka dan otot. Tanpa rangka dan otot tersebut manusia akan sulit untuk melakukan aktivitasnya karena manusia bergerak dengan rangka dan otot tersebut. Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup.           Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi.

Proses kerja dari pelayan restoran ialah jika ada pengunjung yang memesan makanan maka mereka akan mengantarkan makanan tersebut kepada pengunjung dan meletakkannya pada meja pengunjung yang memesan makanan tersebut. Pada saat pelayan mengantarkan makanan kepada pengunjung ada dua cara membawanya yaitu dengan tangan kosong dan menggunakan nampan.

Bagian tubuh dari pelayan restoran yang paling mengalami masalah pada 12 bulan terakhir adalah leher dan bahu kanan. Lalu pelayan restoran tidak pernah tidak dapat bekerja karena masalah pada bagian tubuhnya. Dalam 7 hari terakhir bagian tubuh yang paling sering sakit ialah bagian leher. Berarti terdapat banyak keluhan pada bagian leher dan bahu kanan pada pelayan restoran. Penyakit yang mungkin terjadi pada pelayan restoran adalah kyphosis, stiff dan kram otot.

 

(Daftar Pustaka 1994 – 2010)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar Belakang

Manusia dalam beraktivitas atau melakukan pekerjaannya membutuhkan pergerakan. Pergerakan pada manusia disebakan karena adanya rangka dan otot pada tubuh manusia. Tubuh manusia adalah faktor yang sangat penting dalam aktivitas dan pekerjaan manusia tersebut. Organ tubuh jika mengalami sakit maka akan menghambat aktivitas dari seseorang. Betapa sangat pentingnya rangka dan otot manusia itu jika otot atau rangka tersebut mengalami sakit atau masalah maka aktivitas dari seseorang dapat terganggu bahkan dapat terhenti. Salah satu bahasan pada ergonomi adalah sistem rangka dan otot manusia. Sistem rangka dan otot manusia tersebut dapat membantu mengetahui bagian rangka dan otot manusia.

Pelayan restoran adalah salah satu bentuk pekerjaan manusia yang memiliki banyak aktivitas. Walaupun begitu jarang sekali diperhatikan bagaimana proses kerja dari pelayan restoran tersebut. Bagian tubuh dari pelayan restoran ini juga banyak bergerak dan hampir semuanya. Diharapkan dengan melakukan pengamatan dan wawancara pada pelayan restoran tersebut dapat diketahui bagaimana proses mereka bekerja. Diketahui juga bagian-bagian tubuh mana saja yang paling sering mengalami masalah beserta sebabnya. Perbaikan cara kerja agar bagian tubuh yang mengalami masalah tersebut dapat berkurang juga dapat diketahui.

 

1.2       Perumusan Masalah

Permasalahan yang muncul dari latar belakang dapat dirumuskan pada perumusan masalah. Perumusan masalah pada modul sistem rangka dan otot manusia ini adalah apa saja keluhan yang dialami pelayan restoran dan bagaimana perbaikan posisi kerja agar pelayan restoran tidak mengalami keluhan.

 

 

1.3       Pembatasan Masalah

Permasalahan yang dibahas dalam laporan akhir praktikum tentang Sistem Rangka dan Otot Manusia lebih jelas dengan adanya batasan-batasan masalah. Batasan-batasan masalahnya sebagai berikut:

  1. Tempat dan waktu

Praktikum hanya dilaksanakan di Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi pada hari Senin, tanggal 22 November 2010  pada pukul 13.00 WIB bertempat di Universitas Gunadarma

  1. Operator

Operator yang diamati dalam praktikum kali ini hanya 4 orang saja.

  1. Pekerjaan yang diamati

Pekerjaan yang diamati adalah pekerjaan dari pelayan restoran.

  1. Bagian tubuh yang diamati

Bagian tubuh yang diamati hanya leher, bahu kanan, bahu kiri, sikku kanan, siku kiri, punggung atas, punggung bawah, pergelangan tangan kanan, pergelangan tangan kiri, paha, lutut dan pergelangan kaki.

  1. Tempat yang diamati

Tempat diambilnya pengambilan data ialah rumah makan Red Crispy dan Waroeng Steak and Shake.

 

1.4       Tujuan

Penulisan laporan akhir ini memiliki beberapa tujuan yang ingin diketahui. Berikut ini adalah tujuannya:

  1. Mengetahui keluhan dari pelayan restoran tersebut.
  2. Mengetahui potensi penyakit yang mungkin terjadi pada pelayan restoran.
  3. Mengetahui perbaikan posisi kerja agar pelayan restoran tidak mengalami keluhan lagi.

 

1.5        Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibuat untuk mempermudah pembaca dalam memahami serta mengambil kesimpulan dari pembahasan dalam Laporan Akhir Sistem Rangka dan Otot Manusia Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini, yang terdiri dari 5 (lima) bab. Berikut adalah sistematikanya:

BAB I     PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, perumusan masalah dari modul Sistem Rangka dan Otot Manusia, tujuan diadakannya praktikum Sistem Rangka dan Otot Manusia. Pembatasan masalah di dalam praktikum Sistem Rangka dan Otot Manusia juga terdapat dalam bab ini. Terakhir sistematika penulisan dari Laporan Akhir Sistem Rangka dan Otot Manusia Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini.

BAB II   LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai ringkasan teori dan materi-materi yang bersangkutan dari modul Sistem Rangka dan Otot Manusia.

BAB III PENGUMPULAN DATA

Bab ini memaparkan tentang flowchart pengambilan data beserta penjelasannya. Terdapat juga peralatan yang digunakan selama pengambilan data beserta fungsinya. Serta data-data kusioner body map.

BAB IV  PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Bab ini berisi mengenai pembahasan dan analisis. Pembahasan berisi profil pekerja, proses kerja, dan pengolahan data body map. Analisis berisi analisis posisi kerja, analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan, analisis hasil pengolahan data body map, analisis potensi yang mungkin terjadi dan usulan posisi kerja terbaik.

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi mengenai kesimpulan yang didapat dari pembahasan dan analisis. Kesimpulan juga berisi saran-saran yang diperlukan pada pelaksanaan praktikum Analisis perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Dasar Teori Sistem Gerak Manusia

Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak dapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh, misalnya pindah  tempat. Gerak pada manusia disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakan tulang. Jadi, gerak merupakan kerja sama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena hanya mengikuti kendali otot, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena mampu berkontraksi, sehingga mampu menggerakan tulang. (D.A. Pratiwi, Sri Maryati, dkk,  2004)

Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi, yang memerlukan energi dan melibatkan zat-zat kimia. Sistem gerak dapat mengalami gangguan akibat kelainan atas penyakit. Saat ini, berbagai teknologi telah dikembangkan untuk mengatasi hal tersebut.

2.2       Pengertian Tulang

Tulang merupakan alat gerak pasif karena digerakkan oleh otot. Otot merupakan gerak aktif  karena mempunyai kemampuan berkontraksi sehingga mampu menggerakan tulang. Gerakan tubuh terjadi karena adanya kerjasama antara tulang dan otot. Otot dapat berkontraksi  karena adanya kontraksi. (Ike Sabariah, 1999)

Tulang di dalam tubuh dapat berhubungan secara erat atau tidak erat. Tulang mempunyai peranan penting karena gerak tidak akan terjadi tanpa tulang. Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:

  1. Memberi bentuk tubuh. Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia   menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
    1. Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
    2. Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
    3. Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
    4. Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
    5. Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
    6. Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
    7. Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
  6. Produksi sel darah rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
  7. Penyimpanan matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

Ada dua macam tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat fisiknya yaitu:

  1. Tulang Rawan (kartilago)

Tulang rawan bersifat lentur serta terdiri dari sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa kodrin. Pada anak-anak, jaringan tulang rawan banyak mengandung sel-sel, sedangkan pada orang dewasa, tulang rawan hanya terdapat pada beberapa tempat, misalnya cuping hidung, cupung telinga, antara tulang rusuk dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antara ruas tulang belakang, dan pada cakra epifisis. Tulang rawan pada orang dewasa dibenuk oleh selaput tulang rawan (perikondrium) yang mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas).

  1. Tulang (osteon)

Tulang bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut:

  1. Osteoprogenerator merupakan sel khusus, yaitu derivate mesenkima yang memiliki potensi mitosis dan mampu berdiferensasi menjadi osteoblas. Osteoprogenerator terdapat di bagian terluar membran (periosteu).
  2. Osteoblas merupakan sel tulang muda yang nantinya akan membentuk osteosit.
  3. Osteosit merupakan sel-sel tulang dewasa.
  4. Osteoklas merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat di sekitar permukaan tulang. Fungsi osteoklas untuk perkembangan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan tulang.

Pembentukan tulang terjadi setelah terbentuknya tulang rawan (kartilago). Kartilago dihasilkan oleh sel-sel mesenkima. Setelah kartilago terbentuk, bagian dalamnya akan berongga dan terisi osteoblas. Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk sel-sel tulang.

Sel-sel tulang dibentuk terutama dari arah dalam ke luar, atau proses pembentukannya konsentris. Setiap satuan-satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu sistem yang disebut sistem Havers.

Di sekeliling sel–sel tulang senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Kelak, ke dalam senyawa protein ini terdapat pula senyawa kapur dan fosforus sehingga matriks tulang rawan akan mengeras. Proses penulangan disebut osifikasi.

Berdasarkan matriksnya, jaringan tulang dibedakan sebagai berikut:

  1. Tulang kompak, merupakan tulang dengan matriks yang padat dan rapat, misalnya tulang pipa.
    1. Tulang spons, merupakan tulang yang matriksnya berongga, misalnya tulang pipih dan tulang-tulang pendek.

Berdasarkan bentuknya, terdapat tiga macam bentuk utama tulang yang menyusun rangka tubuh, yaitu:

  1. Tulang Pipa (Tulang Panjang)

Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Diujung tulang pipa terjadi perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Contoh tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil.

Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah disebut diafisis, bagian ujung disebut epifisis, dan antara  epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa kartilago yang mengandung osteoblas, dan pada orang dewasa yang sudah bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblas menempati rongga yang disebut sumsum tulang.

  1. Tulang Pipih

Tulang pipih tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons yang di dalamnya terdapat tulang sumsum. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga sering rongga berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh tulang rusuk, tulang ikat, dan tulang  tengkorak.

  1. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.

  1. Tulang Tidak Berbentuk

Tulang tidak berbentuk memiliki bentuk yang tidak tertentu. Tulang ini terdapat di wajah dan tulang belakang.

Tulang-tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu:

  1. Memberi bentuk tubuh.
  2. Melindungi alat tubuh yang vital.
  3. Menahan dan menegakkan tubuh.
  4. Tempat perlekatan otot.
  5. Tempat menyimpan mineral.
  6. Tempat pembentukan sel darah.
  7. Tempat menyimpan energi, yaitu simpanan lemak yang ada di sumsum kuning

Tulang dalam tubuh berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak diperlukan struktur yang khusus (sendi) yang terdapat pada artikulasi. Terbentuknya sendi dapat dimulai dari kartilago di daerah sendi. Mula-mula kartilago lalu kedua ujungnya akan diliputi jaring ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut minyak sinovial. Di dalam rangka manusia terdapat tiga jenis hubungan antar tulang, yaitu:

  1. Sinartrosis

Sinartrosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memilki celah sendi. Hubungan antar tulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan. Ada dua tipe utama sinatrosis, yaitu suture dan sinkandrosis. Suture adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin, contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.

  1. Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi intervertebral dan simfisis pubik. Pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya sendi antar tulang betis dan tulang kering.

  1. Diartrosis

Diartrosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan. Diartrosis disebut juga hubungan sinovial yang dicirikan oleh keleluasaannya dalam bergerak dan fleksibel. Sendi ada yang dapat bergerak satu arah dan ada pula yang bergerak ke beberapa arah. Diartrosis dicirikan memiliki permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat yang disebut membran sinovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi gesekan. Kapsul fibrous ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada yang tidak. Di dalam kapsul biasa terdapat bantalan kartilago serabut.

Hubungan antar tulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Sendi Peluru

Kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan yang lebih bebas dan dapat berporos tiga, misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul.

  1. Sendi Engsel

Kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu, misalnya pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antar jari.

  1. Sendi Putar

Ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan untuk gerak rotasi dengan satu poros, misalnya antara tulang hasta dan tulang pengumpil dan antara tulang atas dengan tulang tengkorak.

  1. Sendi Ovoid

Sendi ini memungkinkan gerakan dua dengan gerak kiri dan kanan, dan muka belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk elips, misalnya antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.

  1. Sendi Pelana atau Sela

Kedua ujung tulang membentuk sendi yang berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti orang naik kuda. Misalnya sendi antara tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan pada ibu jari.

  1. Sendi Luncur

Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos, contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang selangka, dan tulang belikat.

 

2.3 Sistem Rangka

Rangka (skeletal) bagian tubuh yang termasuk tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sebagai tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi. Rangka tulang adalah jaringan ikat yang keras dan kaku (jaringan penyokong), banyak mengandung mineral, zat perekat dan zat kapur. Fungsi dari sistem rangka adalah sebagai berikut.

  1. Penyangga: berdirinya tubuh, tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak, dan organ.
    1. Penyimpanan mineral (kalsium dan fosfat) dan lipid (yellow marrow).
    2. Produksi sel darah (red marrow).
    3. Pelindung: membentuk rongga melindungi organ yang halus dan lunak.

5.   Penggerak: dapat mengubah arah dan kekuatan otot rangka saat bergerak, dengan adanya persendian. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rangka)

Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka kemudian sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler.

  1. Rangka Aksial

Rangka aksial terdiri dari tulang belakang, tulang tengkorak dan tulang rusuk. Lebih mendalam mengenai tulang-tulang dalam sistem rangka.

  1. Rangka Apendikuler

Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum, rangka apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah. Tulang rangka apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.

 

2.4 Bagian-Bagian Rangka Manusia

Tubuh manusia terdiri dari rangka yang tersusun sebagai satu kesatuan. Adapun bagian-bagian rangka manusia adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1 Rangka Manusia

(Sumber : Jean Claude dan Ariane Archamault. Visual Dictionary, 1994)

2.5       Pengertian Otot

Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika sedang berelaksasi. Kontraksi terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Otot memiliki 3 karakter, yaitu:

  1. Kontraktibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan.
  2. Kontrabilitas, yaitu kemampuan untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula.
  3. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada bentuk semula.

Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin. Filamen aktin tipis dan filamen miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot, dan serabut-serabut menyusun satu otot.

Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja, dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Otot Lurik (Otot Rangka)

Otot Lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja dibawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunyai jalur-jalur melintang gelap (anisotrup) dan terang (isotrup) yang tersusun berselang-seling. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunyai banyak inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali-kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia fropia dibungkus ke selaput fasia superfasialis. Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari bagian:

  1. Ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang mengembang.
  1. Urat otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil.

Urat otot (tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat. Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut:

  1. Origi merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi.
  2. Inersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.

Otot yang dilatih terus-menerus akan membesar dan mengalami hipertrofit, sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan mengalami kisut atau mengalami atrofi.

  1. Otot Polos

Otot Polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam (alat viresal). Otot polos tersusun dalam sel-sel yang berbentuk kumpulan halus. Masing-masing sel memilki satu inti yang letaknya di tengah, kontraksi otot polos tidak menurut kehendak, tetapi persaraf oleh sarf otonom. Otot polos terdapat alat-alat dalam tubuh, misalnya pada:

  1. Dinding saluran pencernaan
  2. Saluran pernafasan
  3. Saluran kencing dan kelamin
  4. Otot Jantung

Otot Jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabutnya bercabang-cabang dan saling beranyaman serta persaraf oleh saraf otonom. Letak jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak.

Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan yang berurutan. Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memperkuat rangsangan kedua. Dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum. Tonus yang maksimum terus menerus disebut tetanus.

Berdasarkan sifat kerja otot, otot dibedakan atas 2 macam, yaitu Antagonis dan Sinergis, yaitu:

  1. Antagonis

Antagonis adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah:

  1. Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan otot biseps.
  2. Abduktor (menjauhi badan), misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
  3. Depresor (ke bawah) dan elevator (ke atas), misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah.
  4. Supindor (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menelungkup dan menengadah
  5. Sinergis

Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah, contohnya pronator teres dan pronator kuadratus.

2.6       Kelainan dan Gangguan pada Tulang

Kelainan dan gangguan pada tulang sangat menggangu proses gerakan yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena:

  1. Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D pada anak-anak menyebabkan rakhitis, biasanya terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dan kaki berbentuk O atau X. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D menyebabkan osteomalasi atau kekurangan zat kapur pada tulang.

  1. Kecelakaan

Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura. Memar merupakan gangguan akibat sobeknya selaput sendi sedangkan fraktura adalah patah tulang. Fraktura dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

  1. Patah tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
    1. Patah tulang terbuka, bila tulang patah merobek kulit dan mencuat keluar.
  2. Fisura, bila tulang hanya retak.
  3. Kebiasan Yang Salah

Kebiasaan duduk yang salah atau membawa beban disatu sisi tubuh saja dapat menyebabkan kelainan pada tulang seperti:

  1. Lordosis, terjadi jika tulang leher dan panggul terlalu bengkok ke depan.
  2. Kifosis, terjadi jika tulang pinggung dan tungging terlalu bengkok ke belakang.
  3. Skoliosis, terjadi jika ruas-ruas tulang belakang bengkok ke samping.
  4. 4. Nekrosa

Terjadi jika selaput tulang (periosteum) rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.

  1. Gangguan Persendian

Dalam tubuh manusia terdapat persendian yang berfungsi menggerakkan antar tulang. Adapun macam-macam gangguan persendian adalah sebagai berikut:

  1. Dislokasi, disebabkan bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan penggantungnya (ligamentum) sobek.
  2. Ankilosis adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah-olah menyatu.
  3. Terkilir, terjadi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang jarang atau sulit dilakukan yang menyebabkan tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser.
  4. Artritis, yaitu peradangan yang terjadi pada sendi. Adapun pembagian artritis adalah sebagai berikut:

1)      Artritis Gout, terjadi karena adanya timbunan asam urat pada sendi-sendi kecil terutama jari-jari tangan. Akibatnya ruas jari membesar.

2)      Osteoartritis, merupakan gangguan pada sendi yang digerakkan karena menipisnya tulang rawan sehingga menyebabkan degenerasi.

3)      Artritis Eskudatif, terjadi karena rongga sendi terisi cairan getah radang yang disebabkan oleh kuman.

4)      Artritis Sika adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.

  1. Serangan kuman pada sendi
  2. Ifeksi Gonorhoe dan Sifilis dapat menyerang persendian sehingga sendi menjadi kaku.
  3. Layuh sendi adalah keadaan tidak bertenaga pada sendi yang disebabkan karena adanya layuhnya tulang akibat infeksi sifilis ketika bayi dalam kandungan.

 

2.7       Kelainan pada Otot

Kelainan yang terjadi pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Atrofi

Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi.

  1. Kelelahan Otot

Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini berlanjut dapat terjadi kram.

  1. Tetanus

Tetanus adalah otot yang terus menerus berkontraksi (tonus atau kejang) akibat serangan bakteri clostridium tetani.

  1. Miestenia Gravis

Miestenia gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti.

  1. Kaku pada leher (stiff)

Stiff adalah peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku. Stiff terjadi akibat kesalahan gerak.

BAB III

PENGAMBILAN DATA

3.1 Flowchart Pengambilan Data

Proses pengambilan data untuk modul sistem rangka dan otot manusia  tahapannya dijelaskan dalam bentuk flowchart. Setiap tahapan dalam flowchart merupakan prosuder yang dilakukan saat melakukan pengambilan data. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.1 untuk lebih jelas tentang tampilan flowchart pengambilan data.

 

 

Gambar 3.1 Flowchart Pengambilan Data

 

Langkah pertama dalam tahapan pengambilan data adalah penentuan subyek pengambilan data yakni mengamati kerja dari seorang pelayan restoran ditempat kerjanya. Setelah subyek pengambilan data jenis sudah ditentukan, dilanjutkan dengan menentukan tempat, yakni memilih jenis restoran yang memiliki pelayan restoran lebih dari 2 orang pelayan dan restoran tersebut terlihat selalu ramai dikunjungi oleh konsumen, lalu mengunjungi restoran yang sudah ditentukan dan menentukan jumlah pelayan restoran yang akan diambil datanya, yakni 4 orang pelayan restoran. Kemudian 4 orang pelayan tersebut diwawancarai untuk ditanyakan tentang berbagai keluhan dari kondisi fisiknya selama pelayan tersebut bekerja ditempat kerjanya dan wawancara dilakukan untuk setiap pelayan dengan menyertakan data kuesioner body map sebagai daftar pertanyaan dalam wawancara. Data kuesioner body map yang digunakan, jika data wawancara sudah cukup, maka dapat melanjutkan proses berikutnya. Namun jika data wawancara belum mencukupi, maka harus kembali melakukan wawancara ulang.

Langkah selanjutnya, jika data wawancara sudah cukup, selanjutnya memulai proses pengambilan gambar untuk setiap pelayan dan pengambilan video setiap pelayan saat melakukan pekerjaannya. Kemudian jika data pengambilan gambar dan pengambilan video sudah sesuai, maka dapat melanjutkan proses berikutnya. Namun jika data pengambilan gambar dan pengambilan video wawancara belum sesuai, maka harus kembali melakukan pengambilan gambar dan pengambilan video ulang. Langkah terakhir setelah semua proses pengambilan data untuk wawancara dan pengambilan gambar serta video sudah selesai dilakukan, dilanjutkan untuk melakukan pengolahan data dari keseluruhan data yang diperoleh.

 

3.2 Alat dan Fungsinya

Alat yang digunakan beserta penjelasan fungsinya dalam proses pengambilan data sistem rangka dan otot manusia, dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan adalah sebagai berikut.

  1. Handphone, digunakan untuk merekam kegiatan operator selama bekerja dan mengambil gambar pada saat operator melakukan kegiatan.
  2. Data kuesioner body map, digunakan untuk mencatat seluruh data hasil pengambilan data untuk setiap operator.

 

3.3 Data Kuesioner Body Map

Data yang diambil pada saat operator diwawancarai untuk ditanyakan tentang berbagai keluhan yang dirasakan untuk setiap operator yaitu pelayan restoran selama bekerja ditempat kerjanya. Berikut tampilan data kuesioner body map untuk setiap operator, mulai dari operator 1, 2, 3, dan 4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1 Data Kuisioner Body Map Operator 1

Nama

Usia

Berat Badan

: Tri Nugroho

: 23 Tahun

: 53 Kilogram

Berat Beban yang Diangkat

Lamanya Bekerja

Waktu Kerja

: 2 kg

: 5 Tahun

: 8 Jam

Posisi Kerja : Pelayan  
Pernahkah Anda Selama 12

Bulan terakhir mengalami

Masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah anda

Selama 12 bulan terakhir tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang normal anda lakukan akibat masalah tersebut

Pernahkah Anda mengalami masalah selama 7 hari terakhir
Leher

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kiri

Ya                       Tidak

Punggung Atas

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Punggung Bawah

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Ya                       Tidak

Paha

Ya                       Tidak

Lutut

Ya                       Tidak

Pergelangan Kaki

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Tabel 3.2 Data Kuisioner Body Map Operator 2

Nama

Usia

Berat Badan

: Tomas Hartono

: 35 Tahun

: 46 Kilogram

Berat Beban yang Diangkat

Lamanya Bekerja

Waktu Kerja

: 2 kg

: 1,3 Tahun

: 11 Jam

Posisi Kerja : Pelayan  
Pernahkah Anda Selama 12

Bulan terakhir mengalami

Masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah anda

Selama 12 bulan terakhir tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang normal anda lakukan akibat masalah tersebut

Pernahkah Anda mengalami masalah selama 7 hari terakhir
Leher

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kiri

Ya                       Tidak

Punggung Atas

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Punggung Bawah

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Ya                       Tidak

Paha

Ya                       Tidak

Lutut

Ya                       Tidak

Pergelangan Kaki

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Tabel 3.3 Data Kuisioner Body Map Operator 3

Nama

Usia

Berat Badan

: Nanang

: 22 Tahun

: 65 Kilogram

Berat Beban yang Diangkat

Lamanya Bekerja

Waktu Kerja

: 2 kg

: 1 Tahun

: 11 jam

Posisi Kerja : Pelayan  
Pernahkah Anda Selama 12

Bulan terakhir mengalami

Masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah anda

Selama 12 bulan terakhir tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang normal anda lakukan akibat masalah tersebut

Pernahkah Anda mengalami masalah selama 7 hari terakhir
Leher

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kiri

Ya                       Tidak

Punggung Atas

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Punggung Bawah

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Ya                       Tidak

Paha

Ya                       Tidak

Lutut

Ya                       Tidak

Pergelangan Kaki

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Tabel 3.3 Data Kuisioner Body Map Operator 4

Nama

Usia

Berat Badan

: Hendra

: 17 Tahun

: 45 Kilogram

Berat Beban yang Diangkat

Lamanya Bekerja

Waktu Kerja

: 2 kg

: 1 Tahun

: 11 jam

Posisi Kerja : Pelayan  
Pernahkah Anda Selama 12

Bulan terakhir mengalami

Masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah anda

Selama 12 bulan terakhir tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang normal anda lakukan akibat masalah tersebut

Pernahkah Anda mengalami masalah selama 7 hari terakhir
Leher

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Bahu Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kanan

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

Siku Kiri

Ya                       Tidak

Punggung Atas

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Punggung Bawah

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                       Tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

Ya                       Tidak

Paha

Ya                       Tidak

Lutut

Ya                       Tidak

Pergelangan Kaki

Ya                       Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                              Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

 

Ya                       Tidak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1 Pembahasan

Bagian ini mencakup beberapa penjelasan diantaranya profil pekerja, proses kerja, dan pengolahan data body map. Berikut adalah pembahasannya:

 

4.1.1 Profil Pekerja

Pekerja yang diamati pada jenis pekerjaanya yakni pelayan restoran yang terdiri atas 4 orang pelayan, yang biasa bekerja melayani konsumen yang datang ke tempat restoran sebagai tempat kerjanya. Berikut ini penjelasan profil untuk 4 orang pelayan restoran tersebut.

  1. Nama pelayan restoran 2 adalah Tomas Hartono, alamat Pondok Gede Permai blok B 16 no. 21 RT 08 / RW 08, umurnya 35 tahun, berat badan 46 kg, lamanya bekerja 1 tahun 3 bulan, posisi kerja pelayan restoran, berat yang biasa diangkat adalah 2 kg, dan waktu bekerja adalah 11 jam.

 

 

Gambar 4.1 Pelayan 1

  1. Nama pelayan restoran 3 adalah Nanang Suharyono, alamat Pondok Pekayon Indah 29 no. 31, umurnya 22 tahun, berat badan 65 kg, lamanya bekerja 1 tahun, posisi kerja pelayan restoran, berat yang biasa diangkat adalah 2 kg, dan waktu bekerja adalah 11 jam.

 

Gambar 4.2 Pelayan 2

  1. Nama pelayan restoran 4 adalah Hendra, alamat Pondok Pekayon Indah 29 no. 31, umurnya 17 tahun, berat badan 45 kg, lamanya bekerja 1 tahun, posisi kerja pelayan restoran, berat yang biasa diangkat adalah 2 kg, dan waktu bekerja adalah 11 jam.

 

Gambar 4.3 Pelayan 3

  1. Nama pelayan restoran 1 adalah Tri Nugroho, alamat Jalan Raya Kalimalang no 43 RT 02/03,  umurnya 23 tahun, berat badan 53 kg, lamanya bekerja 5 tahun, posisi kerja pelayan restoran, berat yang biasa diangkat adalah 2 kg, dan waktu bekerja adalah 8 jam.

 

Gambar 4.4 Pelayan 4

 

4.1.2 Proses Kerja

Aktivitas yang dilakukan oleh keempat pelayan restoran sama. Pertama mereka mengambil makanan yang dipesan pengunjung dari dapur lalu ditaruh dinampan atau menggunakan kedua tangannya.

 

Gambar 4.5 Proses kerja 1

Makanan yang telah siap diantarkan ke pengunjung oleh pelayan restoran tersebut. Proses kerjanya dapat dilihat pada gambar 4.6.

 

 

Gambar 4.6 Proses kerja 2

 

Ketika pelayan restoran telah sampai pada meja pengunjung yang memesan makanan tersebut lalu makanan tersebut diletakkan pada meja. Pelayan tersebut lalu mengucapkan selamat menikmati jika makanan sudah diletakkan di meja.

 

Gambar 4.7 Proses kerja 3


4.1.3 Pengolahan Data Body Map

Tabel 4.1 Data Body Map

Jenis Keluhan Responden Skor

 

Responden Skor Responden Skor

 

Mengalami Masalah Selama 12 Bulan Terakhir Tidak Dapat Mengerjakan pekerjaan selama 12 bulan terakhir Mengalami Masalah selama 7 hari terakhir
Sakit Tidak Sakit Ya Tidak Sakit Tidak Sakit
Sakit pada leher 4 0 4 0 4 0 3 1 3
Sakit pada bahu kanan 3 1 3 0 4 0 0 4 0
Sakit pada bahu kiri 3 1 3 0 4 0 1 3 1
Sakit pada siku kanan 1 3 1 0 4 0 0 4 0
Sakit pada siku kiri 1 3 1 0 4 0 0 4 0
Sakit pada Punggung atas 1 3 1 1 3 1 3 1 3
Sakit pada punggung bawah 2 2 2 1 3 1 2 2 2
Sakit pada pergelangan tangan kanan 1 3 3 0 4 0 0 4 0
Sakit pada pergelangan tangan kiri 2 2 2 0 4 0 1 3 1
Sakit pada paha 1 3 3 0 4 0 2 2 2
Sakit pada lutut 3 1 1 0 4 0 2 2 2

 

Sakit pada pergelangan kaki 3 1 1 1 3 1 2 2 2

Gambar 4.8 Diagram Hasil pengolahan data Body Map


4.2 Analisis

Bagian ini akan menjelaskan mengenai analisis posisi kerja, analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan, analisis hasil pengolahan data body map, analisi potensi penyakit yang mungkin terjadi, serta usulan posisi kerja yang terbaik. Berikut ini penjelasan dari analisis yang telah disebutkan diatas.

 

4.2.1 Analisis Posisi Kerja

Analisis posisi kerja yang dapat diberikan yaitu nampak kedua tangan tepat untuk memegang beban makanan,  kemudian posisi kedua kaki  tidak rapat dengan kaki kiri didepan dan kaki kaki kanan dibelakang. Sehingga operator tersebut terlihat relaks dengan posisinya memegang piring.

 

Gambar 4.9 Posisi proses kerja 1

Saat operator mengantarkan makanan pada pengunjung dapat dilihat operator memengang makanan dengan kedua tangannya sambil berjalan menuju pengunjung. Operator tampak terbiasa mengantarkan makanan tersebut.

 

 

Gambar 4.10 Posisi Proses kerja 2

Ketika pelayan restoran telah sampai pada meja pengunjung yang memesan makanan tersebut lalu makanan tersebut diletakkan pada meja. Tampak posisi badannya membungkuk posisi tangan menaruh makanan pada meja.

 

Gambar 4.11 Posisi Proses kerja 3

 

4.2.2 Analisis Otot dan Rangka yang Berpotensi Mengalami Keluhan

Analisis otot dan rangka ini ditunjukkan untuk masing-masing posisi proses kerja pada pelayan restoran. Untuk proses kerja pertama yang bagian yang berpotensi mengalami keluhan yaitu otot leher, otot paha, otot bahu dan otot betis.

Otot Paha

Otot betis

Otot bahu

Otot leher

Gambar 4.12 Analisa Otot pada Proses Kerja 1

Pada posisi kerja 1 analisa tulang yang berpotensi mengalami keluhan. Tulang lengan atas, ruas tulang leher, tulang belakang, tulang paha, tulang betis dan tulang tumit adalah bagian yang berpotensi mengalami keluhan.

Gambar 4.13 Analisa Tulang Proses Kerja 1

Pada proses kerja 2 dapat dianalisa otot yang berpotensi mengalami keluhan sama dengan proses kerja 1 karena posisi kerja masih sama yang berbeda hanya operator bergerak saja. Otot yang berpotensi mengalami keluhan yaitu otot leher, otot paha, otot bahu dan otot betis.

 

Otot bahu

Otot leher

Gambar 4.14 Analisis Otot pada Proses kerja 2

Pada proses kerja 2 dapat dianalisa tulang yang berpotensi mengalami keluhan sama dengan proses kerja 1 karena posisi kerja masih sama yang berbeda hanya operator bergerak saja. Tulang lengan atas, ruas tulang leher, tulang belakang, tulang paha, tulang betis dan tulang tumit adalah bagian yang berpotensi mengalami keluhan.

Ruas lengan atas

Ruas tulang belakang

Ruas tulang leher

Gambar 4.15 Analisis Tulang pada Proses kerja 2

Pada proses kerja 3 analisa otot yang berpotensi mengalami keluhan berbeda. Otot yang berpotensi mengalami keluhan yaitu otot leher, otot punggung bawah dan otot tangan.

Otot tangan

Otot Punggung bawah

Otot leher

Gambar 4.16 Analisis Otot pada Proses kerja 3

Pada proses kerja 3 analisa tulang yang berpotensi mengalami keluhan berbeda. Otot yang berpotensi mengalami keluhan yaitu ruas tulang leher, ruas tulang belakang dan tulang siku.

Tulang siku

Ruas tulang belakang

Ruas tulang leher

Gambar 4.17 Analisis Tulang pada Proses kerja 3

4.2.3 Analisis Hasil Pengolahan Data Body Map

Dari pengolahan data dapat dilihat bahwa pada pelayan restoran paling banyak mengalami keluhan selama 12 bulan terakhir yaitu pada leher dan bahu kanan. Hal ini disebabkan karena pada saat bekerja operator dalam keadaan selalu berjaga jika ada pengunjung restoran yang datang. Hal lainnya juga karena mengangkat beban yang terlalu sering.

Selama menjalankan pekerjaannya operator jarang mengalami keluhan. Hal ini karena mereka selalu masuk bekerja. Dan jika mereka sampai tidak masuk disebabkan oleh hal lain seperti sakit gigi, demam, libur bahkan pulang kampung. Punggung atas, punggung bawah dan pergelangan kaki juga dapat menyebabkan operator tidak masuk namun hanya kecil sekali kemungkinannya.

Pada 7 hari terakhir operator paling banyak mengalami keluhan pada leher. Hal ini disebabkan karena pada saat bekerja operator dalam keadaan selalu berjaga jika ada pengunjung restoran yang datang.

4.2.4 Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi

Analisis yang dapat diambil dari bagian otot dan tulang dari keempat operator yang ditampilkan diatas, bahwa dapat diketahui keluhan yang mungkin timbul pada setiap operator adalah penyakit kyphosis pada bagian tulang, dikarenakan sikap tubuh setiap operator saat menghidangkan makanan diatas meja, harus sedikit membungkuk. Kemudian penyebab lain penyakit kyphosis adalah sikap tubuh setiap operator yang terkadang tidak seimbang saat berdiri dengan beban makanan dikedua tangannya, dengan berat beban makanan yang bisa melebihi kemampuan seorang pelayan yang sewajarnya.

Banyaknya keluhan pada leher dapat juga berpotensi akan penyakit stiff atau kaku pada leher. Adapula kelelahan otot yang terjadi pada operator lama kelamaan dapat menyebabkan kram.

 

4.2.5 Usulan Posisi Kerja Terbaik

Adapun usulan posisi kerja terbaik yang tentunya dapat mengurangi tingkat keletihan dan keluhan yang mungkin timbul pada jangka waktu tertentu, yakni diusahakan sikap tubuh seorang pelayan restoran saat mengantar pesanan makanan dan menghidangkan makanan diatas meja makan kepada konsumen, agar selalu dalam kondisi yang relaks, karena sedikit mengurangi ketegangan pada otot. Selanjutnya posisi kerja yang terbaik, dapat diterapkan dengan tidak memberikan beban yang tidak seimbang hanya untuk salah satu bagian tangan, baik tangan kanan maupun tangan kiri. Kemudian sikap berdiri dan sedikit membungkuk pada setiap pelayan, dapat diusahakan agar posisi kedua kaki juga dalam kondisi seimbang, dalam kata lain tidak ada hanya satu bagian kaki yang menopang beban lebih berat, baik kaki kanan maupun kaki kiri.

Maka dengan usulan posisi kerja terbaik yang dijelaskan diatas, lebih akan bermanfaat kelak bagi setiap pelayan direstoran manapun saat pelayan tersebut bekerja dalam melayani konsumen, terutama jika kondisi restoran sedang ramai dan seorang pelayan dibutuhkan tenaga yang lebih ekstra.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dan menjawab dari tujuan. Berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil:

  1. Terdapat banyak keluhan pada bagian leher, bahu kanan, bahu kiri, punggung atas, lutut dan pergelangan kaki pada pelayan restoran.
  2. Penyakit yang mungkin terjadi pada pelayan restoran adalah bungkuk, stiff dan kram otot.
  3. Usulan posisi kerja yang dapat diberikan yaitu pada saat bekerja pelayan restoran agar lebih rileks agar ototnya tidak terlalu tegang yang dapat menimbulkan keluhan pada otot. Lalu pelayan restoran mengurangi aktivitas membungkung ketika meletakkan makanan pada meja pengunjung.

 

5.2 Saran

Berikut beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar pada proses pengukuran selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Saran yang dapat diberikan adalah data yang diambil lebih banyak agar analisis yang dilakukan tepat karena 4 data saja belum cukup mewakili keluhan yang terjadi pada pelayan restoran.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Pratiwi, D. A, Sri Maryati, dkk. 2004. Biologi SMA Jilid 2 untuk Kelas XI. Erlangga. Jakarta.

Sabariah, Ike. 1999. Biologi 1 untuk SLTP/MTS Kelas 1 Caturwulan 1, 2, dan 3. Ganeca. Bandung.

(Jean Claude dan Ariane Archamault. Visual Dictionary, 1994)

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rangka)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s