DISPLAY

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI 2

PENGINDERAAN DAN INFORMASI

(DISPLAY)

Disusun Oleh:

Nama/NPM                 : 1. Agustinus                / 30408063

2. Dery Indra              / 30408266

3. Nadya Jeans           / 30408928

4. Taruna Jaya            / 30408818

Kelompok                    : I (Satu)

Hari/Tanggal                 : Sabtu / 16 Oktober 2010

Shift                             : I (Satu)

Asisten Pembimbing      : Bramastha Bintang

 

 

LABORATORIUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2010

 

ABSTRAKSI

Agustinus (30408063), Dery Indra (30408266), Nadya Jeans (30408928), Taruna Jaya (30408818)

PENGINDERAAN DAN INFORMASI (DISPLAY)

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2010.

Kata Kunci: Display, kalender meja, perancangan display.

 

 

Manusia memerlukan interaksi dengan manusia lainnya maupun dengan lingkungannya. Namun lingkungantidak bisa secara langsung berinteraksi dengan manusia. Salah satu cara lingkungan berkomunikasi dengan manusia adalah dengan menggunakan display. Penggunaan display dalam hal ini mencoba menampilkan rancangan display yang mengandung prinsip ergonomi. Media display yang digunakan adalah kalender meja, yang mana dalam tampilan kalender meja yang dirancang menampilkan gambar animasi yang dikombinasikan dengan kalimat pesan yang menggambarkan display kalender meja. Kemudian tipe display yang digunakan adalah tipe display berdasarkan lingkungan yaitu display statis dan tipe display berdasarkan lingkungan yaitu visual display, berdasarkan tujuannya yaitu display khusus dan berdasarkan informasinya adalah display kualitatif. Prinsip display yang digunakan adalah proximity, continuty, dan symetry. Selanjutnya rincian ukuran rancangan display untuk kalender meja antara lain tinggi huruf besar 10 mm, tebal huruf besar 1.67 mm, jarak antara dua huruf 2.5 mm, jarak antara dua kata 6.67 mm, dan lebar huruf besar 6.67 mm. Kemudian warna yang digunakan untuk rancangan display kalender meja adalah biru, putih, hijau dan hitam.

 

 

Daftar Pustaka (1964-1996)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar Belakang

Manusia hidup didunia ini tidak terlepas dari interaksi dengan manusia lain maupun lingkungannya. Cara berinteraksinya dengan melakukan komunikasi. Mungkin jika berkomunikasi sesama manusia sudah hal biasa dan mudah untuk dilakukan dengan berbicara dan lain sebagainya. Hal ini berbeda jadinya jika manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan bisa saja tempat tinggal, kamar, kampus, jalan raya dan lainnya. Lingkungan tidak bisa dengan sendirinya mengatakan apa yang dia rasakan kepada manusia secara langsung. Oleh karena itu dibutuhkanlah alat. Salah satu alatnya yang dapat digunakan untuk berinteraksi adalah display. Display yang dibuat dapat menjadi salah satu media penyampaian informasi dari lingkungan kepada manusia.

Kalender meja adalah salah satu display. Kalender memberitahukan kepada manusia tentang periode waktu. Kalender meja ini dirancang karena salah satu display yang paling sering dilihat. Manusia sering melihat untuk mengetahui tanggal sehingga display ini sangat berguna. Diharapkan dengan perancangan display kalender meja ini gambar yang terdapat dikalender meja ini dapat disalurkan pesan yang baik. Karena biasanya gambar yang ada pada kalender lebih mementingkan kesan daripada kegunaan dari display itu sendiri. Maka dari itu perlunya perancangan display kalender meja yang sesuai dengan prinsip-prinsip dari ilmu ergonomi.

 

1.2       Perumusan Masalah

Permasalahan yang muncul dari latar belakang dapat dirumuskan pada perumusan masalah. Perumusan masalah pada modul display ini adalah bagaimana merancang sebuah kalender meja menjadi display yang baik. Display yang baik adalah display yang mengikuti prinsip-prinsip yang ada dalam ilmu ergonomi.

1.3       Pembatasan Masalah

Permasalahan yang dibahas dalam laporan akhir praktikum tentang display lebih jelas dengan adanya batasan-batasan masalah. Adapun batasan-batasan masalahnya sebagai berikut:

  1. Tempat dan waktu

Praktikum hanya dilaksanakan di Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi pada hari Senin, tanggal 11 Oktober 2010  pada pukul 09.30 WIB bertempat di Universitas Gunadarma

  1. Display yang dirancang

Display yang dirancang adalah hanya sebuah kalender meja bulan Juli sampai Agustus dengan temanya adalah ergonomi.

3.   Tipe Perancangan yang Digunakan

Tipe Perancangan yang digunakan untuk rancangan display kalender meja adalah  tipe rancangan display berdasarkan tujuan yakni display khusus, tipe rancangan display berdasarkan lingkungan yakni display statis, tipe rancangan display berdasarkan informasi yakni display kualitatif, tipe rancangan berdasarkan panca indra yakni visual display.

4.   Prinsip Display yang Digunakan

Prinsip display yang digunakan untuk rancangan display kalender meja adalah proximity, symetry, dan continuity.

 

1.4       Tujuan

Penulisan dari laporan akhir ini memiliki tujuan yang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Adapun tujuan laporan akhir ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui tipe display yang digunakan dalam perancangan display kalender meja.
  2. Mengetahui prinsip display yang digunakan dalam perancangan display kalender meja.
  3. Mengetahui ukuran huruf dan jarak huruf yang digunakan dalam perancangan display kalender meja.
  4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari display yang dirancang.

1.5        Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibuat untuk mempermudah pembaca dalam memahami serta mengambil kesimpulan dari pembahasan dalam Laporan Akhir Display Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini, yang terdiri dari 5 (lima) bab. Adapun sistematika penulisan laporan akhir ini adalah sebagai berikut:

BAB I     PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, perumusan masalah dari modul display, tujuan diadakannya praktikum display. Pembatasan masalah di dalam praktikum display juga terdapat dalam bab ini. Terakhir sistematika penulisan dari Laporan Akhir display Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 ini.

BAB II   LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan mengenai ringkasan teori dan materi-materi yang bersangkutan dari modul display.

BAB III PENGUMPULAN DATA

Bab ini memaparkan tentang flowchart pengumpulan data saat praktikum beserta penjelasannya. Terdapat juga peralatan yang digunakan selama praktikum beserta fungsinya

BAB IV  PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Bab ini berisi mengenai pembahasan dan analisis. Pembahasan berisi deskripsi dari produk yang dirancang, data display yang digunakan dan proses perancangan kalender meja. Analisis berisi analisis prinsip dan tipe yang digunakan, ukuran dan warna serta kelebihan serta kekurangan dari perancangan kalender meja.

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi mengenai kesimpulan yang didapat dari perancangan kalender meja. Kesimpulan juga berisi saran-saran yang diperlukan pada pelaksanaan praktikum Analisis perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Definisi Display

Display merupakan bagian dari lingkungan yang perlu memberi informasi kepada pekerja agar tugasnya menjadi lancar (Sutalaksana,1979). Display berfungsi sebagai system komunikasi yang menghubungkan fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia, contoh dari display diantaranya adalah jarum speedometer, keadaan jalan raya memberikan informasi langsung ke mata, peta yang menggambarkan keadaan suatu kota. Jalan raya merupakan contoh dari display langsung, karena kondisi lingkungan jalan jalan bisa langsung diterima oleh pengemudi. Jarum penunjuk speedometer merupakan contoh display tak langsung karena kecepatan kendaraan diketahui secara tak langsung melalui jarum speedometer sebagai informasi.

Arti informasi disini cukup luas, menyangkut semua ransangan yang diterima oleh indera manusia bail langsung maupun tak langsung. Infomasi yang dibutuhkan sebelum membuat display, diantaranya:

  1. Tipe teknologi yang digunakan untuk menampilkan informasi.
  2. Rentang total dari variabel mengenai informasi mana yang akan ditampilkan.
  3. Ketepatan dan Sensitivitas maksimal yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi.
    1. Kecepatan total dari variabel yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi.
    2. Minimasi kesalahan dalam pembacaan display.
    3. Jarak normal dan maksimnal antara display dan pengguna display.
    4. Lingkungan dimana display tersebut digunakan.

Ada tiga kriteria dalam pembuatan display yang harus dioperhatikan, yaitu sebagai berikut untuk penjelasanya:

(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/display/)

 

 

  1. Pendeteksian

Kemampuan dasar dari display untuk dapat diketahui keberadaannya atau fungsinya, untuk visual display harus dapat dibaca, contohnya adalah petunjuk umum penggunaan roda setir pada mobil dan untuk auditory display harus bisa didengar, contohnya adalah bel pada rumah.

  1. Pengenalan

Setelah display dideteksi , pesan dari display tersebut harus bisa dibaca atau didengar dan dapat dipahami bagi setiap pembacanya.

  1. Pemahaman

Dalam pembuatan display tidaklah cukup apabila  hanya memenuhi dua kriteria diatas, display harus dapat dipahami sebaik mungkin sesuai dengan pesan yang disampaikan. Menurut Barrier pemahaman dapat dibagi menjadi dua level yaitu sebagai berikut diantaranya:

  1. Kata-kata atau simbol yang digunakan didalam display mungkin terlalu sulit untuk dipahami oleh pengguna atau pekerja, contohnya adalah VELOCITY dan COOLANT mungkin kurang cepat dipahami daripada SPEED dan WATER.
  2. Pemahaman mungkin menjadi lebih sulit apabila pengguna meiliki kesulitan dalam memahami kata-kata dasar.

 

2.2       Tipe-Tipe Display

Berdasarkan tujuannya, display terdiri atas dua bagian, yaitu display umum dan display khusus. Display umum disini adalah mengenai aturan kepentingan umum, contohnya display tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan ”Jagalah Kebersihan” dan display khusus itu sendiri mengenai aturan keselamatan kerja khusus, contohnya adalah ”Awas Tegangan Tinggi”.

Berdasarkan lingkungan display terbagi dalam dua macam yaitu display statis dan display dimanis. Pengertian dari display statis itu sendiri adalah display yang memberikan sesuatu informasi yang tidak tergantung terhadap waktu, contohnya adalah peta (informasi yang menggambarkan suatu kota). Pengertian display dinamis adalah display yang menggambarkan perubahan menurut waktu dengan variabel, contohnya adalah jarum speedometer dan mikroskop.

Berdasarkan informasi menurut Nurmianto (1991), display terbagi atas tiga macam yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Display Kualitatif

Display yang merupakan penyederhanaan dari informasi yang semula berbentuk data numerik dan untuk menunjukkan informasi dari kondisi yang berbeda pada suatu sistem, contohnya adalah tanda On-Off pada generator, DINGIN, NORMAL dan PANAS pada pembacaan temperatur.

  1. Display Kuantitafif

Display yang memperlihatkan informasi numerik (berupa angka nilai dari suatu variabel) dan biasanya disajikan dalam bentuk digital maupun analog.

  1. Display Representatif

Biasanya berupa sebuah Working Model atau Mimic Diagram dari suatu mesin, salah satu contohnya adalah diagram sinyal lintasan kereta api.

2.3 Penggunaan Warna Pada Visual Display

Informasi dapat juga diberikan dalam bentuk kode warna. Indera mata sangat sensitiv terhadap warna BIRU, HIJAU dan KUNING, tetapi sangat tergantung juga pada kondisi terang dan gelap. Dalam visual display sebaiknya tidak menggunakan lebih dari lima warna. Hal ini berkaitan dengan adanya beberapa kelompok orang yang memiliki gangguan penglihatan atau mengalami kekurangan dan keterbatasan penglihatan pada matanya. Warna merah dan hijau sebaiknya tidak digunakan bersamaan begitu pula warna kuning dan biru.

Arti penggunaan warna pada sebuah display yang sering banyak dan digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Merah mempunyai arti yaitu berupa menunjukkan larangan.
  2. Biru memiliki arti menunjukkan petunjuk.
  3. Kuning memiliki arti menunjukkan perhatian.

 

2.4 Prinsip-Prinsip Mendesain Visual Display

Menurut Bridger, R.S (1995) ada 4 (empat) prinsip dalam mendesain suatu visual display yaitu sebagai berikut.

  1. Proximity

Jarak terhadap susunan display yang disusun secara bersama-sama dan saling memiliki dapat membuat suatu perkiraan atau pernyataan

  1. Similarity

Menyatakan bahwa item-item yang sama akan dikelompokkan bersama-sama (dalam konsep warna, bentuk dan ukuran) bahwa pada sebuah display tidak boleh menggunakan lebih dari tiga warna.

  1. Symetry

Menjelaskan perancangan untuk memaksimalkan display, artinya elemen-elemen dalam perancangan display akan lebih baik dalam bentuk simetrikal, antara tulisan dan gambar harus seimbang.

  1. Continuity

Menjelaskan sistem perseptual mengekstrakkan informasi kualitatif menjadi satu kesatuan yang utuh.

Seorang peneliti bernama Berger pernah menyelidiki, berapa jauh orang dapat melihat huruf berdasarkan perbandingan antara tebal dan tinggi huruf yang berbeda-beda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa untuk huruf yang berwarna putih dengan dasar hitam perbandingannya 1:13.3 merupakan yang paling baik, dalam arti kata dapat dilihat dari tempat yang paling jauh terhadap yang lainnya yaitu dari jarak 36.5 meter. Sedangkan untuk huruf yang berwarna hitam dengan dasar putih perbandingannya 1:8 merupakan perbandingan terbaik, yaitu dapat terlihat  dari jarak 33.5 meter.

Adapun rumus untuk menentukan tinggi huruf atau angka, lebar huruf, tebal huruf dan jarak antara 2 kata adalah sebagai berikut:

  1. Tinggi huruf atau angka dalam mm (H) =
  2. Tinggi huruf kecil     = H
  3. Tebal huruf besar    = H
  4. Tebal huruf kecil                 = H
  5. Jarak antara 2 huruf                        = H
  6. Jarak antara huruf dan angka           = H
  7. Jarak antara 2 kata                         = H
  8. Lebar huruf besar               = H

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Display

Display sebagai bagian dari informasi yang membantu dalam memberikan informasi kepada pekerja mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya.

Berikut ini adalah kelebihan yang  terdapat pada display yaitu lebih natural, memberikan dimensi yang berbeda, sebagai tanda untuk spesifikasi, mempermudah informasi agar lebih cepat diterima dan mengurangi tingkat kesalahan yang mungkin terjadi. Berikut ini pula adalah kekurangan yangb terdapat pada display, yaitu dapat membingungkan, lebih mengarah pada informal, dapat menyebabkan rasa kelelahan atau fatique, tidak bagi penderita buta warna dan dapat menimbulkan reaksi yang salah bagi pembaca.

 

BAB III

PENGUMPULAN DATA

3.1 Flowchart Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data untuk modul display, tahapannya dijelaskan dalam bentuk flowchat. Setiap tahapan dalam flowchart merupakan prosuder yang dilakukan saat melakukan pengumpulan data. Berikut dapat dilihat pada Gambar 3.1 untuk lebih jelas tentang tampilan  flowchart pengumpulan data.

Langkah pertama dalam tahapan pengumpulan data, yakni penentuan jenis display untuk masing kelompok dan display yang akan dirancang adalah kalender meja untuk bulan juli dan agustus. Setelah jenis display ditentukan untuk setiap masing kelompok, lalu menyiapkan alat yakni pensil dan spidol berwarna serta bahan yang digunakan yakni selembar kertas kosong untuk membuat rancangan display.

Setelah dirasa alat dan bahan sudah lengkap, selanjutnya mulai menentukan tema yang sesuai, dalam hal ini tema yang ditampilkan pada rancangan display adalah tema yang berdasarkan prinsip ergonomi. Setelah mendapatkan ide yang tepat untuk penentuan tema yang sesuai dengan prinsip ergonomi, lalu merancang display dengan membuat rancangan awal display yang ditorehkan pada selembar kertas kosong dengan menggunakan pensil. Bila rancangan awal display sudah sesuai, maka rancangan display sudah siap untuk menuju tahapan berikutnya dan siap untuk diberi warna yang sesuai dengan menggunakan spidol, namun bila rancangan awal belum sesuai, maka harus melakukan rancangan display kembali hingga didapat rancangan yang sesuai.

Selanjutnya merapihkan alat dan bahan yang sudah digunakan dalam perancangan display untuk diletakkan kembali pada tempatnya. Langkah berikutnya untuk hasil akhir rancangan awal display pada kalender meja, kemudian ditampilkan agar mernjadi perbandingan dengan hasil rancangan display kelompok lain dan semua berlaku untuk semua kelompok.

3.2 Peralatan yang Digunakan

Alat dan bahan yang digunakan beserta penjelasan fungsinya dalam proses pengumpulan data yang dilakukan dengan merancang display kalender meja, sebagai berikut.

  1. Pensil, digunakan untuk merancang display awal kalender meja.
  2. Spidol, digunakan untuk memberi warna pada rancangan awal display agar tampilannya menarik.
  3. Selembar kertas kosong, digunakan sebagai media perancangan display kalender meja.

Kemudian alat yang digunakan untuk merancang display, adalah sebagai berikut.

  1. Komputer, digunakan sebagai perangkat utama dalam proses parancangan display, mulai dari pengeditan display secara keseluruhan.
  2. Software Microsoft Visio 2003, digunakan sebagai program yang digunakan untuk menjadikan hasil rancangan display yang lebih menarik.

 

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISA

 

4.1 Pembahasan

Bagian ini mencakup beberapa penjelasan diantaranya deskripsi produk display, proses pembuatan display dan analisis yang terbagi atas analisis prinsip dan tipe display, analisis ukuran dan warna, serta analisis kelebihan dan kekurangan.

 

4.1.1    Deskripsi Produk Display

Kalender meja yang dirancang telah didesain menyesuaikan prinsip ergonomi dan dikombinasikan dengan penentuan display yang semenarik mungkin, sehingga tampilan detail kalender meja secara keseluruhan mudah dilihat saat diposisikan pada suatu kondisi lingkungan tertentu. Kalender meja yang dirancang dapat terlihat pada jarak 200 cm. Selanjutnya rancangan display pada kalender meja disesuaikan dengan penentuan ukuran antara lain tinggi huruf, tebal huruf, jarak antara 2 huruf, jarak antara 2 kata, dan lebar huruf. Kemudian display yang dirancang menampilkan sebuah gambar yang menerapkan prinsip ergonomi, sehingga selain berfungsi sebagai informasi untuk mengetahui hari dan tanggal, namun juga memberikan kesan tampilan kalender meja yang indah dipandang dan unik tentunya.

Kelebihan yang dapat diambil dari rancangan display kalender meja yang didesain, yakni ukurannya yang minimalis, sehingga mudah diletakkan pada tempat yang relatif  tidak terlalu luas. Selain itu kalender meja dapat berguna untuk sebuah bingkisan maupun pemberian hadiah awal tahun, karena kalender umumnya selalu diperlukan oleh siapapun yang khususnya selalu memiliki banyak aktivitas dalam periode satu tahun. Kemudian tidak terlepas dari tampilan kalender saja, namun pesan tulisan yang tertera pada kalender dapat memberikan inspirasi yang dikombinasikan dengan gambar yang menarik. Berbicara kelebihan ada pula kekurangan, yakni yang dapat diamati dari kekurangan desain untuk display kalender meja yang dirancang adalah tampilan display kalender hanya dalam ruang lingkup ergonomi, sehingga mungkin sangat tepat untuk kalangan yang mengerti tentang ergonomi. Selain itu rancangan display tidak dapat dirasakan bagi penderita yang mengalami gangguan buta warna.

 

Gambar 4.1 Gambar Display Kalender Meja

 

4.1.2 Proses Pembuatan Display

Proses pembuatan display untuk kalender meja dimulai dengan menentukan ide rancangan display yang bertemakan prinsip ergonomi. Langkah berikutnya  membuat rancangan display, yakni proses penentuan rancangan  awal display. Setelah rancangan awal dibuat, selanjutnya menentukan ukuran huruf  dan warna yang akan digunakan, agar tampilan display menarik dan mudah dipahami.

Penentuan ukuran huruf disesuaikan dengan jarak pandang yang tepat yakni 200 cm. Jarak yang ditentukan telah diperhitungkan sebelumnya, agar display mudah terlihat saat diposisikan dengan jarak 200 cm. Adapun perhitungan ukuran huruf  yang digunakan dalam perancangan display pada kalender meja adalah sebagai berikut.

  1. Tinggi huruf besar atau angka dalam mm (H)  =

 

  1. Tebal huruf besar =  H
  2. Jarak antara 2 huruf  =  H
  3. Jarak antara 2 kata = H
  4. Lebar huruf besar  H

Selanjutnya penggunaan warna untuk rancangan display adalah warna biru, putih, hijau dan hitam. Warna biru digunakan sebagai warna pada gambar animasi dan angka pada jam, warna putih sebagai background jam, serta warna hitam dan hijau digunakan sebagai background keseluruhan display, yang diperpadukan dengan pola berbentuk kotak persegi dan warna hijau digunakan pula sebagai warna dari tulisan kalimat pada display.

Ukuran huruf untuk rancangan display yang sudah didapat dari hasil perhitungan, kemudian ditampilkan dalam sebuah etiket agar mudah untuk mengetahui jarak huruf sesungguhnya dari display yang dirancang. Pada Gambar 4.2 akan ditampilkan sebuah etiket yang berisikan jarak huruf dari display yang dirancang, beserta pemberian angka pasti yang disertakan untuk tinggi huruf besar,  tebal huruf besar, jarak antara 2 huruf, jarak antara 2 kata, dan lebar huruf besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Analisis

Bagian ini terbagi atas analisis analisis prinsip dan tipe display, analisis ukuran dan warna, serta analisis kelebihan dan kekurangan. Berikut ini penjelasan analisis dari rancangan display kalender meja.

 

4.2.1 Analisis Prinsip dan Tipe Display

Tampilan display kalender meja yang dirancang menerapkan prinsip display, antara lain  proximity yakni agar proporsi jarak antara gambar dan tulisan seimbang, sehingga display mudah dilihat pada suatu kondisi lingkungan tertentu. Prinsip symetry yakni agar tampilan gambar dan ukuran tulisan tersusun secara simetrikal. Prinsip continuity agar tampilan display memiliki interaksi antara tulisan dan gambar, serta warna yang digunakan. Prinsip similarity tidak digunakan, karena rancangan display menggunakan lebih dari tiga warna, sehingga tidak memenuhi salah satu prinsip kriteria similarity yaitu tidak diperbolehkan menggunakan lebih dari tiga warna.

Selanjutnya tipe display yang digunakan pada rancangan display, antara lain tipe display berdasarkan tujuan yakni display khusus, karena hanya diperuntuhkan bagi kalangan yang memahami tentang kaidah ergonomi. Tipe display berdasarkan lingkungan yakni display statis, karena kalender meja dapat dilihat pada situasi kapan saja, sehingga tidak tergantung waktu. Tipe display berdasarkan informasi yakni display kualitatif, karena kalender meja merupakan display yang menampilkan informasi numerik berupa angka untuk mengetahui tanggal. Tipe display berdasarkan panca indra yakni visual display, karena kalender meja merupakan display yang dapat dilihat oleh indra penglihatan, yang umumnya memberikan informasi bagi siapapun ketika berada pada suatu kondisi lingkungan tertentu.

 

4.2.2 Analisis Ukuran dan Warna

Display untuk kalender meja dirancang agar dapat terlihat pada jarak 200 cm, karena dengan jarak 200 cm adalah jarak normal penglihatan bagi orang yang memiliki penglihatan normal dan tampilan display dapat dengan mudah dilihat pada suatu kondisi lingkungan tertentu. Ukuran huruf  yang digunakan dalam perancangan display diantaranya tinggi huruf besar dengan ukuran 10 mm, tebal huruf besar dengan ukuran 1.67 mm, jarak antara 2 huruf  dengan ukuran 2.5 mm, jarak antara 2 kata dengan ukuran 6.67 mm dan lebar huruf besar 6.67 mm.

Selanjutnya penggunaan warna untuk rancangan display adalah warna biru, putih, hijau dan hitam. Penentuan warna digunakan bertujuan agar memberikan kesan tampilan display yang menarik dan mudah dipahami maksud dari tampilan display tersebut bagi orang yang memiliki penglihatan normal. Warna biru digunakan sebagai warna pada gambar animasi dan angka pada jam, warna putih sebagai background jam, serta warna hitam dan hijau digunakan sebagai background keseluruhan display, yang diperpadukan dengan pola berbentuk kotak persegi dan warna hijau digunakan pula sebagai warna dari tulisan kalimat pada display.

 

4.2.3    Analisis Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan yang dapat dianalisis dari rancangan display, yakni rancangan display disesuaikan menurut prinsip ergonomi. Kemudian rancangan display yang dirancang dapat terlihat pada jarak 200 cm, karena jarak tersebut adalah jarak normal penglihatan bagi orang yang memiliki penglihatan normal dan tampilan display dapat dengan mudah dilihat pada suatu kondisi lingkungan tertentu.  Rancangan display kalender meja yang didesain memiliki ukurannya yang minimalis, sehingga mudah diletakkan pada tempat yang relatif  tidak terlalu luas.

Kekurangan yang dapat dianalisis dari rancangan display kalender meja, tampilan display kalender hanya dalam ruang lingkup ergonomi, sehingga mungkin sangat tepat untuk kalangan yang mengerti tentang ergonomi. Selain itu rancangan display tidak dapat dirasakan bagi penderita yang mengalami gangguan buta warna.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dan menjawab dari tujuan. Berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil:

  1. Tipe display yang digunakan dalam perancangan display kalender meja adalah tipe display berdasarkan tujuan yakni display khusus, tipe display berdasarkan informasi yaitu menggunakan display kualitatif tipe display berdasarkan lingkungan yakni display statis, tipe display berdasarkan panca indra yakni visual display.
  2. Prinsip display yang digunakan dalam perancangan display kalender meja menerapkan prinsip proximity, symetry dan continuity.
  3. Ukuran huruf dan jarak huruf yang digunakan dalam perancangan display kalender meja, diantaranya tinggi huruf besar dengan ukuran 10 mm, tebal huruf besar dengan ukuran 1.67 mm, jarak antara 2 huruf  dengan ukuran 2.5 mm,  jarak antara 2 kata dengan ukuran 6.67 mm dan lebar huruf besar 6.67 mm.
  4. Kelebihan yang dapat dianalisis dari rancangan display, yakni rancangan display yang disesuaikan menurut prinsip ergonomi. Kemudian rancangan display yang dirancang dapat terlihat pada jarak 200 cm dengan menyesuaikan penentuan ukuran huruf dan jarak huruf antara lain tinggi huruf, tebal huruf, jarak antara 2 huruf, jarak antara 2 kata, dan lebar huruf. Rancangan display kalender meja yang didesain memiliki ukurannya yang minimalis. Kekurangan yang dapat dianalisis dari rancangan display kalender meja, tampilan display kalender hanya dalam ruang lingkup ergonomi, sehingga mungkin sangat tepat untuk kalangan yang mengerti tentang ergonomi. Selain itu rancangan display tidak dapat dirasakan bagi penderita yang mengalami gangguan buta warna.

 

 

5.2 Saran

Berikut beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar pada proses pengukuran selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Saran yang dapat diberikan adalah penentuan jarak untuk melihat tampilan display agar mudah terlihat serta pesan dari tampilan display yang dapat memberi inspirasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Nurmianto, Eko. 1991 Ergonomi Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Prima Printing, Surabaya.

Sutalaksana, Iftikar Z. 1979. Teknik Perancangan Sistem Kerja. ITB, Bandung.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/display/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s