Perancangan Bet Bola Pingpong

 

TUGAS ANALISIS PERANCANGAN KERJA 2

BET BOLA PINGPONG

Kelompok 1 : Nadya Jeans (30408928)

Muhamad Ridwan (30408564)

Dedi Fuadman (30408252)

Sigit Yulianto (30408793)

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bola pingpong adalah salah satu olahraga yang dimainkan. Bola pingpong ini juga banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun bola pingpong ini jarang dimainkan. Hal ini dikarenakan bermain bola pingpong dibutuhkan keahlian dan tempat bermain yang khusus yaitu meja untuk bermain bola pingpong. Karena hal ini jarang sekali ada yang mengembangkan peralatan untuk bermain bola pingpong.

Jarangnya masyarakat yang memainkan boal pingpong ini menyebabkan kurangnya inovasi peralatan bola pingpong seperti bet bola pingpong. Bet bola pingpong ini adalah salah satu peralatan yang sangat penting dalam bermain bola pingpong. Jika tidak ada bet maka permainan ini tidak dapat berlangsung dan juga jika bet ini tidak nyaman maka pemain akan kesulitan dalam memenagkan permaian. Oleh karena itu dirancanglah bet bola pingpong agar semakin nyaman dan dapat memiliki ukuran yang standar. Hal ini disebabkan karena bet pingpong sebelumnya tidak memiliki ukuran yang standar.

 

1.2 Identifikasi Masalah

Permasalahannya adalah bagaimana merancang ukuran dari bet bola pingpong sehingga nyaman digunakan.

 

1.3 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaatnya pada perancangan Bet bola pingpong ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui data antropometri untuk menentukan ukuran dari perancangan bet bola pingpong.
  2. Menentukan ukuran standar dari perancangan bet bola pingpong.
  3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari bet bola pingpong yang dirancang.

 

 

1.4 Ruang Lingkup

Berikut ini adalah ruang lingkup yang digunakan sebagai batasan pada perancangan bet bola pingpong ini:

  1. Data primer yang digunakan adalah data wawancara kepada 10 orang.
  2. Data sekunder yang digunakan adalah data antropometri sebanyak 38 orang.
  3. Perhitungan menggunakan perhitungan rata-rata dan persentil.

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Antropometri

Antropometri berasal dari kata antropo (manusia) dan metri (ukuran). Antropometri yaitu studi yang berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia yang akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interkasi manusia.

Antropometri menurut Nurmianto (1991) adalah kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia, ukuran, bentuk dan kekuatan, serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Penerapan data antropometri ini akan dapat dilakukan jika tersedia nilai mean (rata-rata) dan standar deviasi dari satu distribusi normal. Antropometri mengkaji masalah tubuh manusia. Informasi ini diperlukan untuk merancang suatu sistem kerja agar menunjang kemudahan pemakaian, keamanan dan kenyamanan dari suatu pekerjaan, sehingga antropometri dapat juga diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan fungsi tubuh (termasuk bentuk dan ukuran tubuh dengan desain alat-alat yang digunakan manusia.

Antropometri membicarakan ukuran tubuh manusia dan aspek-aspek segala gerakan manusia maupun postur dan gaya-gaya yang dikeluarkan, dengan bantuan dasar-dasar antropometri, maupun aspek-aspek pandangan dan medan visual, dapat membantu mengurangi beban kerja dan memperbaiki untuk kerja dengan cara menyediakan tata letak tempat kerja yang optimal, termasuk postur kerja yang baik serta landasan yang dirancang dengan baik.

Antropometri merupakan bagian dari ergonomi yang secara khusus mempelajari ukuran tubuh yang meliputi dimensi linear, serta, isi dan juga meliputi daerah ukuran, kekuatan, kecepatan dan aspek lain dari gerakan tubuh. Secara devinitif antropometri dapat dinyatakan sebagai suatu studi yang berkaitan dengan ukuran dimensi tubuh manusia meliputi daerah ukuran, kekuatan, kecepatan dan aspek lain dari gerakan tubuh manusia.

Salah satu pembatas kinerja tenaga kerja, guna mengatasi keadaan tersebut diperlukan data antropometri tenaga kerja sebagai acuan dasar desain sarana prasarana kerja. Antropometri sebagai salah satu disiplin ilmu yang digunakan dalam ergonomi memegang peran utama dalam rancang bangun sarana dan prasarana kerja. Antropometri dapat dibagi menjadi:

  1. Antropometri Statis

Pengukuran dimensi linear tubuh manusia dalam posisi statis (diam). Posisi pengukuran ini biasanya sudah distandarkan.

  1. Antropometri Dinamis

Pengukuran posisi anggota badan sebagai hasil dari gerakan tubuh, contohnya adalah sudut putar pergelangan tangan dan sudut putar pergelangan kaki.

 

2.2 Data Antropometri

Data antropometri adalah rata-rata dari hasil pengukuran yang digunakan sebagai data untuk perancangan peralatan. Mengingat bahwa keadaan dan ciri dapat membedakan satu dengan yang lainnya, maka dalam perancangan yang digunakan data antropometri menurut Wignjosoebroto (2003) terdapat tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Prinsip perancangan fasilitas berdasarkan individu ekstrim (minimum atau maksimum). Prinsip ini digunakan apabila seseorang mengharapkan agar fasilitas yang akan dirancang tersebut dapat dipakai dengan enak dan nyaman oleh sebagian besar orang-orang yang akan memakainya. Contohnya adalah ketinggian kontrol maksimum digunakan tinggi jangkauan ke atas dari orang pendek, ketinggian pintu disesuaikan dengan orang yang tinggi dan lain-lain.
  2. Prinsip perancangan fasilitas yang biasa digunakan. Prinsip ini digunakan untuk merancang suatu fasilitas agar fasilitas tersebut dapat menampung atau bisa dipakai dengan eank dan nayaman oleh semua orang yang mungkin memerlukannya. Biasanya rancangan ini memerlukan biaya lebih mahal tetapi memiliki fungsi yang lebih tinggi. Contohnya adalah kursi kemudi yang bisa diatur maju dan mundur serta kemiringan sandarannya, tinggi kursi sekretaris atau tinggi permukaan mejanya.
  3. Prinsip perancangan fasilitas berdasarkan harga rata-rata para pemakainya. Prinsip ini hanya digunakan apabila perancangan berdasarkan harga ekstrim tidak mungkin dilaksanakan bisa lebih banyak rugi dari pada untungnya, ini berarti hanya sebagian kecil dari orang-orang yang merasa enak dan nyaman ketika menggunakan fasilitas tersebut.

Data anropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal:

  1. Perancangan area kerja (work station, mobile, interir dan lainnya)
  2. Perancangan peralatan kerja seperti mesin, equipment, perkakas dan sebagainya.
  3. Perancangan produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja dan sebagainya.
  4. Perancangan lingkungan kerja fisik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa data antropometri dapat menentukan bentuk, ukuran dan dimensi yang berkaitan dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan mengoperasikan atau menggunakan produk tersebut. Dalam kaitan ini maka perancangan produk harus mampu mengakomodasi dimensi lain dari populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangan tersebut.

Proses untuk mendesain peralatan kerja secara ergonomi yang digunakan dalam lingkungan sehari-hari atau mendesain peralatan yang ada pada lingkungan seharusnya disesuaikan dengan manusia di lingkungan tersebut. Apabila tidak ergonomis akan menimbulkan berbagai dampak negatif dari manusia tersebut, dampak negatif bagi manusia tersebut akan terjadi dalam jangka waktu pendek (short term) maupun jangka panjang (long term).

Manusia pada umumnya berdeda-beda dalam hal bentuk dan dimensi ukuran tubuhnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia, yaitu:

  1. Umur atau Usia

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Setelah itu, tidak lagi akan terjadi pertumbuhan bahkan justru akan cenderung berubah menjadi pertumbuhan menurun ataupun penyusutan yang dimulai sekitar umur 40 tahunan. Manusia dapat digolongkan atas beberapa kelompok usia yaitu balita, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia.

  1. Jenis Kelamin

Pada umumnya dimensi tubuh pria dan wanita ada perbedaan yang signifikan diantara rata-rata dan nilai perbedaan ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Pria dianggap lebih panjang dimensi segmen badannya daripada wanita. Oleh karenanya data antropometri sangat diperlukan dalam perancangan sebuah alat atau produk. Secara umum pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar, kecuali dada dan pinggul.

  1. Suku Bangsa

Setiap suku bangsa ataupun kelompok etnik tertentu akan memiliki karakteristik fisik yang berbeda satu dengan yang lainnya.

4.   Jenis Pekerjaan atau Latihan

Beberapa jenis pekerjaan tertentu menuntut adanya persyaratan dalam seleksi karyawan atau rekan kerjanya.

2.3       Prinsip Perancangan Produk atau Fasilitas Dengan Ukuran Rata-Rata Data Antropometri

Dalam hal ini rancangan produk didasarkan terhadap rata-rata ukuran manusia. Permasalahan pokok yang dihadadapi dalam hal ini justru sedikit sekali yang berbeda dalam ukuran rata-rata, sedangkan bagi yang memiliki ukuran ekstrim akan dibuatkan rancangan tersendiri.

Berkaitan dengan aplikasi data antropometri yang diperlukan dalam proses perancangan produk ataupun fasilitas kerja, maka ada beberapa saran atau rekomendasi yang bisa diberikan sesuai langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pertama kali harus menetapkan anggota tubuh mana yang nantinya akan difungsikan untuk mengoperasikan rancangan tersebut.
  2. Tentukan dimensi tubuh yang penting dalam proses perancangan tersebut, dalam hakl ini perlu juga diperhatikan apakah harus menggunakan data dimensi tubuh statis atau data dimensi tubuh dinamis.
  3. Tentukan populasi terbesar yang harus diantisipasi, diakomodasi dan menjadi target utama pemakai rancangan produk tersebut.
  4. Tetapkan prinsip ukuran yang harus di ikuti, misalnya apakah rancangan untuk ukuran individual yang ekstrim, rentang ukuran yang  fleksibel atau ukuran rata-rata.

2.4       Persentil

Persentil adalah suatu nilai yang menunjukkan persentase tertentu dari orang yang memiliki ukuran pada atau dibawah nilai tersebut. Sebagai contoh, persentil ke-95 akan menunjukkan 95% populasi akan berada pada atau dibawah ukuran tersebut, sedangkan persentil ke-5 akan menunjukkan 5% populasi akan berada pada atau dibawah ukuran itu. Dalam antropometri, angka persentil ke-95 akan menggambarkan ukuran manusia yang “terbesar” dan persentil ke-5 sebaliknya akan menunjukkan ukuran “terkecil”. Bilamana diharapkan ukuran yang mampu mengakomodasi 95% dari populasi yang ada, maka diambil rentang 2.5-th dan 97.5-th persentil sebagai batasan-batasannya.

(http://bambangwisanggeni.wordpress.com/2010/03/02/antropometri/)

 

BAB III

METODOLOGI

3.1 Kerangka Pemikiran

Dibuatnya bet bola pignpong ini karena bet bola pingpong ini terbuat dari kayu dan karet dan desainnya yang tidak terlalu sulit. Bet bola pingpong ini juga belum banyak variasinya. Hal ini karena bola pingpong jarang dimainkan.

Bet bola pingpong yang akan dibuat ini akan ditambahkan handuk untuk bagian pemegangnya agar jika terlalu lama bermain keringat yang dihasilkan pada tangan dapat diserap. Ditambahkan handuk juga agar tidak licin memegang pemegang bet jika tangan basah. Sehingga pemain tidak harus selalu mengelap tangan jika terlalu lama bermain.

 

3.2 Teknik yang Digunakan

Dalam perhitungan digunakan rata-rata dan persentil 50%, juga digunakan rumus keliling segitiga. Dalam pengambilan data yang digunakan untuk merancang suatu produk olahraga seperti bet, kami melakukan pengambilan data dengan 2 cara yaitu dengan wawancara dan data antropometri.

 

3.2.1    Wawancara

Wawancara adalah suatu pengambilan data yang digunakan dengan bertanya langsung kepada koresponden atau orang yang ingin diwawancarai. Wawancara yang kami lakukan dengan bertanya kepada 10 orang berbeda dengan memberikan 5 pertanyaan setiap orangnya. Hasil wawancara tersebut adalah

1. Nama                       : Rama Fadila

Umur                       : 14 tahun

Jenis pekerjaan        : Pelajar

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada,  keluhan saya apabila terlalu mengeluarkan keringat maka tangan saya akan licin untuk memegang bet tersebut.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki berat yang tidak terlalu berat dan karet yang cukup lengket, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

2. Nama                       : Hery

Umur                        : 46 tahun

Jenis pekerjaan         : Karyawan

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1,5 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada, keluhan saya apabila karet bet  terlalu licin maka bola yang akan dipukul terkadang meleset dari pap yang saya inginkan.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki berat yang tidak terlalu berat dan karet yang cukup lengket, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

3. Nama                       : Muh. Yasin

Umur                        : 36 tahun

Jenis pekerjaan        : Karyawan

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Tidak ada, sejauh ini saya cukup nyaman atas bet yang saya gunakan

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki pegangan yang cukup untuk tangan agar tangan yang  digunakan nyaman dalam memegangnya.

4. Nama                       : Didit

Umur                        : 29 tahun

Jenis pekerjaan        : Karyawan

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 3 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada, keluhan saya apabila terlalu mengeluarkan keringat maka tangan saya akan licin untuk memegang bet tersebut.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki karet yang cukup bagus agar tidak meleset dalam melakukan pukulan.

5. Nama                       : Yudha. Ramadhona

Umur                        : 20 tahun

Jenis pekerjaan        : Mahasiswa

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, cukup  sering saya bemain tenis meja

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 3 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Tidak ada keluhan

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu dalam penggunaanya akan memberikan kenyamanan kepada penggunanya.

6. Nama                       : Gabriella.C

Umur                        : 20 tahun

Jenis pekerjaan         : Mahasiswa

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, lumayan sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada,  keluhan saya apabila terlalu mengeluarkan keringat maka tangan saya akan licin untuk memegang bet tersebut.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Karena saya wanita jadi bet yang baik itu tidak terlalu berat dan kuat.

7. Nama                       : Hasan. Muhasan

Umur                        : 56 tahun

Jenis pekerjaan         : Pensiunan

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada,  keluhan saya apabila terlalu mengeluarkan keringat maka tangan saya akan licin untuk memegang bet tersebut.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki karet yang cukup lengket, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

8. Nama                       : H. Jamil. Djafar

Umur                        : 58 tahun

Jenis pekerjaan         : Pensiunan

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Tidak ada.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki berat yang tidak terlalu berat dan karet yang cukup lengkap, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

9. Nama                       : Robby. Jauhari

Umur                        : 20 tahun

Jenis pekerjaan        : Mahasiswa

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Tidak ada keluhan

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki berat yang tidak terlalu berat, kuat dan karet yang cukup lengkap, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

10. Nama                     : Moch. Risky M

Umur                      : 20 tahun

Jenis pekerjaan       : Mahasiwa

1. Apakah anda sering bermain tenis meja?

Ya, saya sering bemain

2. Seberapa anda sering bermain tenis meja?

1 minggu bisa 2 kali saya bermain

3. Satu kali anda bermain berapa lama waktu yang gunakan?

1 hingga 2 jam

4. Apakah ada keluhan anda terhadap bet yang anda gunakan? Kalau ada jelaskan?

Ada, keluhan saya apabila terlalu mengeluarkan keringat maka tangan saya akan licin untuk memegang bet tersebut.

5. Menurut anda bet yang baik seperti apa?

Menurut saya bet yang baik itu memiliki berat yang tidak terlalu berat dan karet yang cukup lengkap, sehingga jika bola dipukul tidak meleset.

 

3.2.2    Data Antropometri

Data antropometri yang diambil berasal dari sebagian populasi yang berasal dari kelas 3ID02 dengan menggambil 38 sampel. Data antropometri tersebut sebagai berikut :

 

Tabel 3.1 Data Antropometri

No Pangkal Ke Tangan Tebal Tangan Lebar jari 2,3,4,5 Putaran telapak tangan Panjang Jari 3
1 10 3.2 6 65 7.4
2 11 3.5 8.3 22 7.7
3 10.5 3.5 7.5 41 7.8
4 11 3.4 7 42 8.3
5 10 3 7 50 8
6 10 3.5 8 60 9
7 10 4 7 68 7.5
8 10 4.5 8 75 9
9 10.5 2.5 8 50 8.5
10 12 3 8 50 8
11 12 3 8 40 8
12 9 3 7 55 8
13 10 4 8 33 8
14 10 4 8 38 8
15 11 5 7 48 8
16 11 5 8 60 9
17 11 5 8 70 8
18 10 4 7 160 8
19 10 4 8 67 9
20 10 3 9 60 9
21 9 4 7 67 7
22 10 4 9 72 8
23 10 4 8 70 8
24 11 2 9 80 8.2
25 11 2 7 70 8.5
26 10 3.5 9 90 7.5
27 8 2 6 66 6.5
28 11 4 8.5 53 7.5
29 10 4 8.5 50 7.5
30 11 4.5 8.5 49 8.5
31 10.5 4 8 58 8.5
32 11.5 3 10 30 10
33 11.5 3 12 60 10
34 11 3 11 42 11
35 9.5 3.5 7 70 9.5
36 10 4 7 80 8
37 10.5 3.5 7 70 9.5
38 10.5 4 7 100 9.5

3.3 Langkah Penyelesaian

Langkah penyelesaian yang digunakan dapat ditunjukkan dalam flowchart dibawah ini:

 

Gambar 3.1 Flowchart

Pertama-tama dalam bet bola pingpong ini didapatkan masalah adalah bagaimana cara mendapatkan bet bola pingpong yang nyaman dan ergonomis. Bagaimana bet bola pingpong yang ergonomis dan nyaman adalah dengan menambahkan handuk pada pegangan bet bola pingpong.

Langkah selanjutnya ialah mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk membuat bet bola pingpong itu agar nyaman yaitu dengan wawancara dan mengumpulkan data antropometri tubuh manusia.

Setelah data terkumpul maka langkahnya adalah memilih teknik yang digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan.

Analisis adalah langkah untuk menjelaskan dan melihat hasil yang telah diolah seperti apa. Hasil yang telah diolah apakah sudah sesuai dengan apa yang dihendaki dan dapat menjawab tujuan yang ingin diperoleh.

Setelah dianalisis maka langkah terakhir ialah membuat kesimpulan dari apa yang telah dikerjakan. Dari awal pengerjaan hingga apa yang diperoleh dengan pengolahan data.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1       Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan wawancara kepada 10 koresponden yang sering bermain tenis meja atau bola pingpong. Yang kedua yaitu dengan menggunakan data antropometri dari kelas 3ID02 sebanyak 38 sample. Data antropometri yang diambil yaitu hanya lebar telapak tangan, tebal tangan dan pangkal ke tangan.

 

4.2       Pengolahan Data

Pengolahan data dari data antropometri yang digunakan menggunakan statistik yaitu rata-rata dan persentil 50%. Digunakan persentil 50% disini menunjukkan bahwa kita menggunakan ukuran rata-rata dari sample yang berarti hampir semua orang dapat menggunakannya. Adapula rumus keliling lingkaran dan panjang busur lingkaran.

  1. Untuk panjang bet bola pingpong digunakan data telapak ke tangan yang dijumlahkan dengan panjang jari ke 3 yaitu:

a)      Mean =  =     =   18.747 = 18.75 cm

b)      Persentil 50%   =

= 18.75 cm

  1. Untuk tebal bet bola pingpong dan tebal gagang bet bola pingpong digunakan data tebal telapak tangan yaitu:

a)      Mean =  =     =   3.58 = 3.6 cm

b)      Persentil 50%   =

= 3.6 cm

  1. Untuk panjang gagang bet bola pingpong digunakan data lebar jari 2,3,4,5 yaitu:

a)      Mean =  =     =   7.95 = 8 cm

b)      Persentil 50%   =

= 8 cm

  1. Untuk ukuran jari-jari gagang bet digunakan rumus keliling lingkaran yaitu :

L = 2πr

18.75 = 2πr

R = 2.98 cm = 3 cm

  1. Untuk lebar dari bet bola pingpong digunakan data putaran telapak tangan sehingga lebarnya menyesuaikan dengan sudutnya yaitu :

a)      Mean =  =     =   61.34 º

Dengan menggunakan dua kali data lebar jari 2,3,4,5  akan didapat lebar :

Mean =  =     =   7.95 = 8 cm

2 kalinya menjadi 16 cm.

b)      Persentil 50%   =

= 16 cm

BAB V

ANALISIS

5.1       Analisis

Pada perhitungan ukuran-ukuran untuk bet bola pingpong digunakan persentil 50% agar dapat digunakan semua orang. Persentil 50% merupakan rata-rata dari hasil perhitungannya.

Untuk panjang bet bola pingpong digunakan data telapak ke tangan yang dijumlahkan dengan panjang jari ke 3 agar tangan dapat menjangkau seluruh permukaan bet. Alasannya lainnya yaitu agar pukulannya semakin baik karena tenaga yang dihasilkan lebih besar jika seluruh permukaan telapak tangan dapat menjangkau seluruh bet. Panjang bet bola pingpong yang didapat adalah 18.75 cm.

Untuk tebal bet bola pingpong dan tebal gagang bet bola pingpong digunakan data tebal telapak tangan agar bet bola pingpong tidak terlalu berat. Hal lainnya juga agar tangan tidak terlalu lelah memegang bola bet bola pingpong. Tebal bet bola pingpong dan tebal gagang bet bola pingpong yang didapat adalah 3.6 cm.

Untuk panjang gagang bet bola pingpong digunakan data lebar jari 2,3,4,5 agar gagang bet tidak kependekan atau kepanjangan ketika tangan menggenggam bet bola pingpong tersebut. Pada gagang juga akan ditambahkan inovasi handuk pada permukaannya agar gagang bet bola pingpong tidak licin ketika tangan pemain berkeringat. Panjang gagang bet bola pingpong yang didapatkan adalah 8 cm.

Untuk ukuran jari-jari gagang bet digunakan rumus selimut tabung agar tangan pas dalam megang bet bola pingpong. Jari-jari gagang bet bola pimgpong yang didapatkan adalah 3 cm.

Untuk lebar dari bet bola pingpong digunakan data putaran telapak tangan sehingga lebarnya menyesuaikan dengan sudutnya yaitu 61.34 º. Lalu dengan dua kali lebar jari 2,3,4,5 untuk lebar dari bet bola pingpong tersebut yaitu 16 cm. Hal ini digunakan agar lebar bet bola pingpong tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. Hal lainnya juga sama seperti panjang bet bola pingpong yaitu agar tangan dapat menjangkau seluruh permukaan bet.

 

BAB VI

PENUTUP

6.1       Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diberikan dari laporan kali ini yaitu:

  1. Untuk panjang bet bola pingpong digunakan data telapak ke tangan yang dijumlahkan dengan panjang jari ke 3, untuk tebal bet bola pingpong dan tebal gagang bet bola pingpong digunakan data tebal telapak tangan, untuk panjang gagang bet bola pingpong digunakan data lebar jari 2,3,4,5 dan untuk lebar dari bet bola pingpong digunakan data putaran telapak tangan sehingga lebarnya menyesuaikan dengan sudutnya.
  2. Panjang bet bola pingpong yaitu 18.75 cm, lebar bet bola pingpong yaitu 16 cm, tebal bet bola pingpong dan tebal gagang bet bola pingpong yaitu 3.6 cm, panjang gagang bet bola pingpong yaitu 8 cm dan jari-jari dari gagang bet bola pingpong yaitu 3 cm.
  3. Kelebihan dari rancangan kali ini adalah adanya handuk pada gagang bet bola pingpong. Kekurangannya yaitu bet bola pingpong ini lebih cocok digunakan untuk mahasiswa kelas 3ID02 karena data yang digunakan adalah data mereka.

 

6.2       Saran

Saran yang dapat diberikan pada penulisan laporan kali ini adalah data yang diambil lebih banyak dan lebih memperhatikan lagi cara penulisannya.

DAFTAR PUSTAKA

Nurmianto, Eko. 1991. Ergonomi Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Surabaya: Prima Printing.

Wignjosoebroto, Sritomo. 1993. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja. Surabaya: Guna Widya.

http://bambangwisanggeni.wordpress.com/2010/03/02/antropometri/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s